kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Rencana IPO PalmCo Tahun Ini Batal, Ini Penjelasan Kementerian BUMN


Jumat, 26 Januari 2024 / 09:29 WIB
Rencana IPO PalmCo Tahun Ini Batal, Ini Penjelasan Kementerian BUMN
ILUSTRASI. rencana IPO PalmCo di tahun ini ditunda


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum mengarahkan perusahaan pelat merah untuk menggelar penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) di tahun ini. 

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan, hingga saat ini belum ada rencana BUMN untuk menggelar IPO. Dia bilang pihaknya masih bergantung dengan kondisi pasarnya. 

Dia mencontohkan, rencana IPO Pertamina Hulu Energi (PHE) yang kandas lantaran kurang menarik bagi pasar. Untuk itu Kementerian BUMN menahan untuk menggelar hajatan IPO. 

"Tadinya kami mau dorong PalmCo tetapi kami lihat dan uji coba kondisi pasar seperti apa. Kalau kondisinya oke, mungkin kami dorong," jelasnya usai di Jakarta, Kamis (15/1). 

Baca Juga: Penawaran IPO Saham SMGA Ditutup Hari Ini (26/1), Apakah Layak Beli?

Pria yang akrab dipanggil Tiko ini mengatakan kemungkinan PalmCo akan IPO pada tahun depan alias 2025. Namun aksi korporasi itu bisa berjalan selama kondisi pasar sudah pulih. 

"Tahun depan mungkin PalmCo IPO, tetapi tapi setelah pasarnya benar," ucap Tiko.   

Sebelumnya, Kementerian BUMN menilai PalmCo harus melakukan penanaman kembali atau replanting di lahan-lahan milik PTPN Grup karena produksi sebagian lahan tak optimal.

Ketimbang menggelar IPO lebih dulu, PalmCo juga harus menggenjot produksi agar maksimal serta menciptakan nilai tambah atas hasil perkebunan PalmCo.

PalmCo merupakan sub holding milik PT Perkebunan Nusantara PTPN III. Subholding PalmCo merupakan perusahaan hasil merger PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV. 

Pasca penggabungan ini, PalmCo akan menjadi perusahaan sawit terbesar dunia dari luas lahan yang dimiliki. PalmCo akan mengkonsolidasikan lebih dari 600.000 hektar pada 2026 dari saat ini sekitar 568.000 hektare (Ha).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×