kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Reksadana Syariah Makin Menarik Dilirik, Bulan Ramadan Jadi Katalis Tambahan


Selasa, 24 Februari 2026 / 16:37 WIB
Reksadana Syariah Makin Menarik Dilirik, Bulan Ramadan Jadi Katalis Tambahan
ILUSTRASI. Keuangan Syariah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja reksadana syariah berpotensi mendapat dorongan tambahan selama momentum Ramadan hingga Lebaran.

Sejumlah katalis dinilai akan menopang pergerakan produk investasi berbasis syariah, baik dari sisi fundamental maupun aliran dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM).

Data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 26 Januari 2026 mencatat AUM reksa dana syariah tumbuh 9,12% Ytd menjadi Rp 91,04 triliun.

Di sisi lain, melansir catatan Infovesta per 13 Februari 2026, indeks reksadana saham syariah mencetak return paling tinggi di antara jenis lainnya, yakni 26,7% secara tahunan (YoY).

Baca Juga: Saham Big Banks Beragam pada Penutupan Bursa 24 Februari 2026, BMRI Menguat

Kinerja ini melampaui reksadana campuran syariah yang membukukan return 17,8% YoY, reksadana pendapatan tetap syariah 6,9% YoY, serta reksadana pasar uang syariah 4,6% YoY.

Kepala Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS) PT Samuel Aset Manajemen Budi Santoso berpandangan, memasuki Ramadan terdapat dua katalis utama yang berpotensi memberikan sentimen sangat positif bagi industri reksadana syariah.

Pertama, dari sisi fundamental emiten. Menurut dia, Ramadan hingga periode Lebaran biasanya mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara masif.

“Tingkat konsumsi yang tinggi akan langsung menggenjot pendapatan emiten, khususnya di sektor consumer goods, ritel, telekomunikasi, dan transportasi yang banyak di antaranya masuk dalam Daftar Efek Syariah,” ujar Budi kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPMA) Reza Fahmi Riawan juga berpandangan bahwa siklus Ramadan pada umumnya menjadi dorongan bagi saham-saham syariah di sektor consumer staples dan retail sehingga mendapat sentimen positif.

“Selebihnya, memang aset dengan perizinan syariah menjadi lebih atraktif untuk berbagai emiten maupun kelas aset, sehingga kita bisa melihat aset-aset syariah akan terus berkembang popularitasnya di Indonesia,” jelas Reza.

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,37% ke 8.280 pada Selasa (24/2/2026), BUMI, EMTK, SCMA Top Losers LQ45

Faktor kedua, dari sisi pertumbuhan dana kelolaan atau AUM. Budi menjelaskan, Ramadan identik dengan meningkatnya kesadaran spiritual masyarakat yang mendorong preferensi investor untuk mengalihkan atau menambah portofolio ke instrumen investasi halal.

Selain itu, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) juga diperkirakan meningkatkan likuiditas investor ritel. Tambahan dana ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan AUM reksadana syariah dalam jangka pendek.

Meski demikian, Budi mengingatkan adanya potensi redemption menjelang Lebaran. Sebagian investor biasanya menarik dana untuk kebutuhan konsumtif. Namun, secara historis kondisi ini bersifat sementara dan AUM akan kembali pulih pasca lebaran.

Namun, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto berpandangan sebaliknya. Menurutnya, investor pada dasarnya tetap berfokus pada kinerja portofolio produk reksadana.

“Investor lebih melihat kinerja, bulan Ramadan atau tidak, hampir tidak ada pengaruhnya,” terang Rudiyanto.

Adapun dari sisi kinerja reksadana, Rudiyanto menyebutkan sejumlah sentimen utama yang menjadi perhatian investor, antara lain pergerakan harga komoditas, kinerja laporan keuangan emiten, perkembangan kebijakan pemerintah, serta arah suku bunga global yang menjadi acuan pasar keuangan.

Selanjutnya: Promo Indomaret Harga Spesial 24 Februari-9 Maret 2026, Body Care Diskon hingga 45%

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 24 Februari-9 Maret 2026, Body Care Diskon hingga 45%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×