kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Reksadana Saham dan Pendapatan Tetap Diperkirakan Banyak Diburu pada Tahun 2024


Kamis, 22 Februari 2024 / 20:14 WIB
Reksadana Saham dan Pendapatan Tetap Diperkirakan Banyak Diburu pada Tahun 2024
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2018/03/13


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajer investasi memproyeksikan reksadana saham dan pendapatan tetap akan diserbu di 2024. Proyeksi melandainya suku bunga memberikan sentimen positif bagi kelas aset tersebut.

CEO Pinnacle Investment Guntur Putra menyebutkan bahwa secara umum kelas aset yang akan banyak diminati dari reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap. Hal itu didukung oleh beberapa faktor, salah satunya perkembangan suku bunga.

"Selain itu juga termasuk kondisi ekonomi global dan domestik, geo-politik, dan kebijakan moneter," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (22/2).

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi sepakat bahwa tahun ini kelas aset reksadana saham dan pendapatan tetap yang paling diminati investor.

Baca Juga: Henan Putihrai Asset Management Membidik Dana Kelolaan Rp 10 Triliun di 2024

Untuk reksadana saham, ia menilai karena dapat memberikan potensi capital gain yang tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonomi domestik dan global, serta valuasi IHSG yang masih relatif murah.

"Untuk reksadana pendapatan tetap dapat memberikan perlindungan modal dan pendapatan yang stabil, sekaligus memanfaatkan peluang penurunan suku bunga BI di kuartal II 2024," katanya.

Hal tersebut juga selaras dengan kinerja kedua kelas aset tersebut yang mencetak hasil positif di Januari 2024. Reksadana saham mampu menghasilkan return 0,29% secara bulanan alias month on month (MoM) dan reksadana pendapatan tetap sebesar 0,28%.

Hasil itu melebihi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan di Januari 2024 yang mencatat kinerja negatif 0,89%.

Lanjut Reza, diminatinya kelas aset tersebut terlihat dari pertumbuhan AUM-nya di Januari 2024. Secara keseluruhan, HPAM mencatatkan pertumbuhan AUM 2,46% MoM dengan kenaikan tertinggi terjadi di reksadana saham yang tumbuh 5,42%.

Meski begitu, Guntur juga menilai reksadana pasar uang juga akan tetap diminati. Hal ini terlihat dari pertumbuhan AUM Pinnacle Investment sebesar 1,4% MoM dengan produk Pinnacle Money Market Fund (reksadana pasar uang) yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, sebesar 12%.

Baca Juga: Pinnacle Investment Catatkan Pertumbuhan Dana Kelolaan 1,4% di Januari 2024

Selain itu juga menyusul kinerja return terbaik di Januari 2024 sebesar 0,41% MoM.

"Untuk investor yang memerlukan tingkat likuiditas yang tinggi, reksadana pasar uang tetap akan diminati sepanjang tahun," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×