kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Reksadana pasar uang ramai, tak terimbas inflasi


Jumat, 03 September 2010 / 02:32 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Reksadana pasar uang masih akan kebanjiran peminat meski tingkat inflasi yang tinggi. Pasalnya, reksadana ini akan mendapat berkah dari kenaikan yield obligasi jangka pendek dan suku bunga deposito jika memang benar ada rencana kenaikan suku bunga acuan. Maklum, dua instrumen ini memang memiliki porsi paling besar dalam reksadana pasar uang.

Rudiyanto, analis Infovesta Utama menjelaskan kalau suku bunga naik maka terpaksa suku bunga deposito juga ikut naik. Nah kalau sudah begitu maka reksadana pasar uang akan mengikuti. Hal yang penting dalam reksadana pasar uang menurut Rudiyanto karena faktor likuiditas yang kuat. Sehingga sebenarnya dalam kondisi apa pun sebenarnya pasar uang menjadi sasaran investasi yang cukup bagus.

Pasar uang biasanya diminati oleh nasabah pemula karena dibandingkan deposito dia menawarkan return yang lebih bagus. Selain itu, likuiditasnya juga cukup bagus. "Di tempat kami T+1 sudah bisa diambil," jelas Karma P Siregar, VP Bussiness Alliance PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

Selain untuk nasabah pemula yang ingin dananya aman. Menurut Karma, reksadana pasar uang juga cocok untuk investor yang sudah siap berinvestasi terutama di pasar saham. "Ketika dia mencoba untuk menunggu market timing mereka menempatkan dananya dulu di sini," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×