Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07% pada perdagangan sebelumnya Jumat (10/4/2026), didukung oleh aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) sebesar Rp 239,92 miliar.
Penguatan ini dipicu oleh optimisme meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun demikian, sentimen domestik menunjukkan sinyal campuran, setelah indeks kepercayaan konsumen Indonesia turun ke level 122,9—terendah sejak Oktober 2025.
Baca Juga: Jangan Lupa! Saham Blue Chip Ini Akan Bayar Dividen Jumbo Rp 52 T, Cek Rinciannya
Memasuki awal pekan, IHSG berpotensi mengalami koreksi. Hal ini seiring kegagalan negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan.
Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Iran belum menunjukkan komitmen untuk menghentikan pengayaan uranium.
Di saat yang sama, eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan juga meningkat akibat serangan lintas perbatasan yang menimbulkan korban jiwa.
Mengacu pada riset harian BRI Danareksa Sekuritas (SAPA Mentari) pada Senin (13/4/2026), secara teknikal IHSG yang berada di area resistance psikologis 7.500 berpotensi mengalami aksi ambil untung (profit taking) setelah rebound dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Bursa Asia Dibuka Turun Senin (13/4), Minyak Melonjak Usai AS Blokade Pelabuhan Iran
Kinerja Global
Dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan terakhir.
Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,56% ke level 47.916,57.
Sementara S&P 500 turun tipis 0,11% ke 6.816,89, dan Nasdaq Composite justru menguat 0,35% ke level 22.902,90.
Baca Juga: Gangguan Selat Hormuz Tekan Pasokan, Saham MEDC Direkomendasikan Buy
Rekomendasi Saham
BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati investor:
1. BUY – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
EMTK mencatat lonjakan laba bersih hingga 4,6 kali lipat pada 2025, atau naik 361,8% secara tahunan menjadi Rp 6,8 triliun.
Secara teknikal, saham EMTK berhasil menembus level resistance di 850. Selama bertahan di atas level tersebut, terdapat potensi penguatan lanjutan dengan target resistance di kisaran 940–990.
2. BUY – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
JPFA mencatat pertumbuhan laba bersih 33,3% menjadi Rp 4,28 triliun pada 2025, didorong efisiensi operasional dan pemulihan harga ayam.
Secara teknikal, saham ini membentuk pola inverted head and shoulders dengan neckline di 2.480. Selama berada di atas level tersebut, potensi penguatan terbuka dengan target 2.640–2.710.
Baca Juga: Perundingan AS–Iran Gagal, Harga Emas Berpotensi Tembus Rp 3,1 Juta per Gram
3. BUY – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI)
PADI berencana melakukan rights issue hingga Rp 113,07 miliar.
Dari sisi teknikal, terjadi lonjakan volume signifikan pada grafik 1 jam. Selama harga bertahan di atas support 120–121, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan ke area resistance 133–140.
4. SELL – PT Ace Oldfields Tbk (KUAS)
Bursa Efek Indonesia tengah mencermati pergerakan saham KUAS karena indikasi aktivitas perdagangan tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA).
Secara teknikal, meskipun sempat mengalami kenaikan signifikan, saham ini menunjukkan sinyal penolakan (rejection) dan berpotensi mengalami koreksi menuju area support 108–121. Selama belum mampu kembali breakout, pergerakan diperkirakan cenderung konsolidasi atau melemah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













