kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rawan profit taking, IHSG terkoreksi 0,26% pada Senin (18/5) pagi


Senin, 18 Mei 2020 / 09:25 WIB
Rawan profit taking, IHSG terkoreksi 0,26% pada Senin (18/5) pagi


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada perdagangan Senin (18/5) pagi. Mengutip RTI, pukul 09.11 WIB, indeks terkoreksi 0,26% ke level 4.496,405.

Tercatat 120 saham naik, 115 saham turun, dan 146 saham stagnan. Total volume 603 juta saham dengan nilai transaksi capai Rp 588 miliar.

Lima dari 10 indeks sektoral membebani langkah IHSG. Industri dasar paling dalam penurunannya 1,13%. Sementara, aneka industri jadi sektor paling tinggi penguatannya 1,03%.

Baca Juga: Pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell membayangi bursa Asia

Aksi ambil untung investor asing turut memberatkan IHSG. Di pasar reguler, net sell asing Rp 49,771 miliar dan Rp 49,725 miliar keseluruhan market.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menuturkan sepekan lalu, IHSG turun sebesar 1,95% disertai net sell investor asing sebesar Rp 4,14 triliun.

Alhasi, IHSG diawal pekan ini diperkirakan rawan kembali terkena aksi profit taking seiring turunnya EIDO sebesar 2,07% dikombinasikan dengan turunnya harga Coal 2%, Nikel 1,95%, dan Timah 1,04%.

Di tengah belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan alias justru jumlah korban yang terjangkiti dan tewas akibat virus corona di Indonesia semakin bertambah banyak. Virus Corona sudah menjangkiti 17,514 orang (menuju 20,000 orang) dengan jumlah korban tewas 1,148 orang, menuju 1,300 orang tewas, (Fatality Rate sebesar 6.55%).

Baca Juga: IHSG melempem, saham-saham LQ45 ini naik dan turun sampai berhari-hari

“Di lain pihak, saham berbasis komoditas berikut ini seperti: Oil +7,58%, Gold +0.76% dan CPO +2.77% berpotensi menguat hari Senin ini,” ujarnya.

Mengetahui IHSG berpotensi kembali turun, di tengah investor asing yang terus membukukan net sell di mana YTD (as of May 15, 2020) mencapai sebesar Rp 24,95 triliun serta secara valuasi masih cukup banyak saham sangat menarik untuk dibeli

“Kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BOW atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor FMCG, Kimia, Telko, Logam Emas, Pakan Ayam, Rokok, Rumah Sakit, Otomotif dan CPO dalam perdagangan Senin ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×