kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rating S&P bikin pasar obligasi menguat


Minggu, 21 Mei 2017 / 21:10 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pasca lembaga pemeringkat utang Internasional Standard & Poor's (S&P) menghadiahkan rating surat utang Indonesia ke level investment grade pasar obligasi menguat.

Hal tersebut tercermin dalam pergerakan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang disusun oleh Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA). Pada penutupan perdagangan 19 Mei lalu, indeks menguat 0,32% ke level 223,89 dibandingkan penutupan sebelumnya.

Analis IBPA Nicodimus Anggi Kristiantoro mengungkapkan, dampak kenaikan rating tersebut memang sangat positif. Otomatis, rating yang disematkan oleh S&P tersebut semakin menambah persepsi positif investor terhadap perbaikan ekonomi domestik. "Sehingga turut memicu maraknya aksi beli terhadap mayoritas seri surat utang negara," kata dia kepada KONTAN, Jumat (19/5).

Kondisi tersebut juga mendorong kenaikan harga seri-seri SUN dan tentunya mendorong penuruanan imbal hasil untuk keseluruhan tenor. Nicodimus mencontohkan, pada trading perdagangan Jumat, rata-rata yield SUN tenor 1-30 tahun turun 2,73 basis poin (bps) dan tenor panjang mencatatkan penurunan terbesar.

"Sementara itu, rata-rata harga untuk seluruh seri FR dan ORI yang diperdagangkan di hari yang sama juga naik 25,46 bps," jelasnya.

Nicodimus menambahkan, dari katalis rating tentu saja menambah minat investor asing yang semakin antusias dan percaya untuk berinvestasi ke pasar SUN Indonesia. "Dinaikkannya rating ini sekaligus menjawab keraguan sebagian investor terhadap kelayakan menempatkan dananya untuk berinvestasi di dalam negeri," tukasnya.

Pihaknya pun optimistis, prospek ke depan pasar obligasi dapat terus menguat. Sehingga, Ia memperkirakan Indonesia berpeluang mendapatkan kenaikan sovereign rating lebih lanjut dari lembaga rating lainnya jika ekonomi domestik tetap menunjukkan pertumbuhan dalam berbagai aspek.

"Jika tidak ada hambatan, Indonesia diprediksi akan mendapatkan rating BBB pada Desember 2017 oleh lembaga Fitch dan menyusul disematkan oleh Moodys pada Februari 2018 mendatang," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×