kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.121   7,00   0,04%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Ramalan ekonomi dipangkas, wajah bursa China buram


Senin, 17 September 2012 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Samsung Galaxy M32


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SHANGHAI. Saham-saham yang diperdagangkan di bursa China mencatat penurunan paling dalam pada bulan ini. Pada pukul 13.07 waktu setempat, Shanghai Composite Indexterpangkas 1,2% menjadi 2.097,92. Ini merupakan penurunan terdalam sejak 27 Agustus lalu. Penurunan sektor properti sebesar 3,3% menjadi salah satu pemicu penurunan indeks.

Sementara itu, pergerakan sejumlah saham yang turut mempengaruhi bursa China antara lain: Poly Real Estate Group Co yang mencatatkan penurunan terbesar dalam enam pekan terakhir dan China Cosco Holdings Co yang turun lebih dari 2%.

Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi aksi jual bursa China. Pertama, pasar berspekulasi, pemerintah China tidak akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Kedua, Citigroup Inc menyatakan perekonomian China akan terus melambat hingga tahun depan.

"Pasar saham China masih berada di kisaran saat ini dengan bias negatif hingga pasar melihat adanya kebijakan stimulus untuk menggairahkan kembali perekonomian. QE3 akan membantu menyokong sentimen global dan mengurangi keengganan investor mengambil risiko. Namun, ada pula kecemasan mengenai dampak inflasi dalam jangka panjang," papar Mao Sheng, analis Huaxi Securities Co di Chengdu.

Sekadar tambahan informasi, Citigorup memangkas prediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto China dari 8% menjadi 7,6%. Setidaknya, terdapat 12 bank dan broket yang juga melakukan hal yang sama pada bulan ini. Beberapa di antaranya adalah UBS AG, Morgan Stanley, dan Barclays Plc yang saat ini meramal pertumbuhan China akan tergerys ke level terendah dalam 22 tahun terakhir di posisi 7,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×