Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembayaran dividen pada kuartal I-2026 terpantau lebih semarak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan riset Kontan, terdapat 16 emiten yang telah membagikan dividen kepada pemegang saham, meningkat dari 14 emiten pada kuartal I-2025.
Dari sejumlah emiten yang dapat diperbandingkan, mayoritas mencatatkan kenaikan nilai dividen. Salah satu peningkatan paling mencolok terjadi pada PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR).
Pada kuartal I-2025, AMAR hanya membagikan dividen sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, pada periode yang sama tahun 2026, nilai tersebut melonjak menjadi Rp 27,74 miliar.
Kenaikan juga terjadi pada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Emiten batubara ini meningkatkan nilai dividennya dari Rp 3,23 triliun pada kuartal I-2025 menjadi Rp 4,18 triliun pada kuartal I-2026.
Selanjutnya, PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) turut mencatatkan peningkatan dividen dari Rp 40,5 miliar menjadi Rp 53,76 miliar.
Baca Juga: Kinerja Emiten Batubara Beragam di Kuartal I-2026, Ini yang Paling Untung dan Boncos
Kenaikan serupa juga terlihat pada PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), yang meningkatkan pembagian dividen dari Rp 20,05 miliar menjadi Rp 23,25 miliar.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menunjukkan konsistensi dalam pembagian dividen. Nilai dividen yang dibagikan relatif stabil, dari Rp 20,4 triliun pada Kuartal I-2025 menjadi Rp 20,63 triliun pada Kuartal I-2026.
Di sisi lain, terdapat emiten yang mengalami penurunan dividen, yakni PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Pada Kuartal I-2025, BSSR membagikan dividen sebesar US$ 25 juta, sedangkan pada Kuartal I-2026 turun menjadi US$ 20 juta.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan peningkatan pembagian dividen di kuartal I-2026 mencerminkan kondisi fundamental emiten yang relatif lebih solid setelah kinerja tahun buku 2025 yang baik, terutama dari sektor perbankan dan energi.
Selain didorong oleh laba dan arus kas yang lebih kuat, tren ini juga dipengaruhi oleh strategi manajemen yang mulai lebih agresif dalam menjaga daya tarik saham melalui dividen.
"Khususnya di tengah kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi sehingga investor cenderung mencari imbal hasil berbasis kas," kata Elandry kepada Kontan, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Laba Emiten Aguan (PANI) Melejit 10 Kali Lipat di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya
Kenaikan dividen pada sejumlah emiten umumnya ditopang oleh pertumbuhan laba bersih, efisiensi operasional, serta ruang payout ratio yang lebih besar seperti yang terlihat pada BBRI dan ADRO.
Sebaliknya, penurunan dividen biasanya dipengaruhi oleh tekanan kinerja akibat faktor eksternal seperti penurunan harga komoditas, seperti yang dialami BSS), serta kebijakan manajemen yang lebih konservatif dalam menjaga likuiditas dan kebutuhan ekspansi.
Dihubungi terpisah, Head Investment Specialist Bahana Sekuritas, Chisty Maryani melihat pada awal tahun 2026 ini memang ada fenomena peningkatan distribusi dividen dari emiten bahkan banyak emiten yang meningkatkan dividen payout ratio nya.
"Ini didukung oleh beberapa faktor di antaranya adalah siklus laba korporasi, positioning strategis beberapa emiten, serta dinamika sentimen global," ujar Chisty,
Adapun dari sisi fundamental sepanjang tahun 2025 juga merupakan tahun emas untuk beberapa sektor, di antaranya komoditas batubara, nikel, CPO, Timah dan perbankan yang juga menikmati fase windfall earnings.
Harga komoditas global yang naik signifikan meskipun fluktuatif, serta net interest margin (NIM) perbankan yang solid di tengah suku bunga global yang elevated mendorong akumulasi laba ditahan naik signifikan.
Kondisi ini memicu emiten untuk meningkatkan dividen payout ratio pada awal 2026.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.394 per Dolar AS, Ini Proyeksi dan Faktor Tekanannya
Selain faktor internal emiten tersebut, Chisty melihat ini juga bentuk strategi korporasi di tengah ketidakpastian global yang tinggi.
Dalam konteks ini, ia melihat dividen sebagai alat stabilisasi valuasi untuk memberikan daya tarik dari sisi dividen yield yang ditawarkan ke investor, sehingga dapat menahan potensi outflow dana asing.
- Pasar Modal Indonesia
- Perbankan
- sektor komoditas
- MSCI Indonesia
- rekomendasi saham
- saham ADRO
- saham BBRI
- kinerja emiten
- Saham BSSR
- saham pembagi dividen
- saham big caps
- Dividend Yield
- dividen saham
- Arus Dana Asing
- Dividend Trap
- strategi investasi dividen
- dividen emiten
- dividen kuartal 1 2026
- saham AMAR













