kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ramai larangan ekspor komoditas logam, bagaimana prospek emiten logam selanjutnya?


Senin, 29 November 2021 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Tambang tembaga dari PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

Pada Jumat (26/11), harga tembaga, timah, dan komoditas logam lainnya turun secara rata-rata di angka 1,1%-1,7%. Penurunan ini disebabkan oleh sell off traders di global COMEX seiring kekhawatiran naiknya penyebaran varian Covid-19 dari Afrika ke Eropa dan Amerika Serikat.

Sentimen negatif tersebut juga menekan bursa global dan hampir seluruh komoditas tambang dan non tambang. Glenn memperkirakan, sentimen negatif ini hanya bersifat jangka pendek. Sebab, Negara-negara maju  sudah mempunyai protokol kesehatan dan herd immunity yang mumpuni.

Uni Eropa menggugat Indonesia

Masih dari kebijakan larangan ekspor tambang logam, Uni Eropa (EU) tetap melayangkan gugatan terkait larangan ekspor bijih nikel kepada organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO).

Baca Juga: Ekspor timah dan tembaga bakal dilarang, ini dampaknya ke emiten komoditas mineral

Analis Panin Sekuritas Timothy Wijaya menilai, posisi Indonesia cukup kuat dalam gugatan ini. Indonesia bisa saja melawan gugatan ini karena sikap pemerintah yang tidak menutup diri terkait kebijakan pasca pelarangan ekspor nikel.

“Indonesia saat ini kan juga terbuka untuk investasi dari asing terkait smelter-smelter yang akan mengolah bijih nikel tersebut,” terang Glenn kepada Kontan.co.id, Senin (29/11).

Untuk sektor metal mining, Panin Sekuritas menjadikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai pilihan teratas atau top picks dengan target harga Rp 3.300.

Timothy menilai, komoditas logam dasar punya prospek yang baik pada tahun 2022.  Sektor metal mining akan kembali menjadi sorotan setelah krisis energi yang membatasi penggunaan listrik di China dan India  diperkirakan dapat mereda pada kuartal kedua 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×