kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

RALS wacanakan cari mitra untuk supermarket


Jumat, 22 November 2013 / 14:10 WIB
RALS wacanakan cari mitra untuk supermarket
ILUSTRASI. Cara menjaga kesehatan paru-paru.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) ingin mengoptimalkan bisnis supermarket Robinson ke depannya. Perseroan mewacanakan untuk mencari mitra strategis untuk mengembangkan Robinson.

Suryanto, Direktur Keuangan RALS mengatakan saat ini bisnis supermarket menyumbang 30% dari total pendapatan perseroan. "Ramayana cari operator untuk kerjasama supermarket. Kami ingin kedua bisnis supermarket dan department store terus tetap tumbuh," ujarnya saat Public Expose di Gedung WTC, Jumat, (22/11).

Namun, Suryanto enggan menjelaskan lebih lanjut seperti apa bisnis supermarket ke depannya ataupun mitra bisnis seperti apa yang dicari perseroan. Alasannya hal tersebut masih dalam tahap kajian internal manajemen.

Koh Boon Kim, Komisaris Independen RALS mengakui produk supermarket Robinson memiliki beberapa kekurangan dibanding supermarket lain. Dia bilang 90% produk supermarket Robinson berisi produk kering dan sisa 10% berupa perisable good atau barang yang bukan dalam kemasan.

"Sedangkan di supermarket lain perisable good-nya seperti sayur dan daging porsinya 30%," ujar Kooh. Dia bilang hal tersebut terjadi karena Robinson menyewa gerai di pasar milik PD Pasar Jaya, di mana lokasi tersebut banyak pedagang pasar yang menjual perisable good.

Sebagai informasi, saat ini RALS memiliki 110 gerai supermarket Robinson yang tersebar di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×