Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Putra mahkota Bakrie pimpin Bakrie & Brothers (BNBR)

Kamis, 16 Mei 2019 / 20:13 WIB

Putra mahkota Bakrie pimpin Bakrie & Brothers (BNBR)
RUPS BNBR mengangkat Anindya N Bakrie (kiri) sebagai CEO menggantikan Bobby Gafur Umar (kanan).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi menyelesaikan rapat umum pemegang saham tahunan mereka untuk tahun buku 2018 pada Kamis (16/5). Adapun salah satu agenda penting yang menjadi mata acara adalah pergantian jajaran direksi perusahaan. BNBR melalui RUPST resmi mengganti Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar.

Anindya Novyan Bakrie, putra sulung Aburizal Bakrie resmi menggantikan posisi Direktur Utama BNBR. Posisi tersebut dilengkapi dengan posisi Wakil Direktur Utama yang diisi Anindra Ardiansyah Bakrie atau yang akrab di panggil Ardi Bakrie


Sekadar informasi, Bobby Gafur Umar telah menjabat sebagai orang nomer satu di BNBR sejak 2002 silam. “Sekarang, giliran Pak Anin didampingi Pak Ardi yang akan memimpin langsung Bakrie Brothers,” kata Bobby Gafur saat RUPST BNBR, Kamis (16/5).

Rapat juga menyetujui penambahan satu orang direktur investasi dalam jajaran pimpinan BNBR, yakni Roy Hendrajanto M Sakti, dan pengangkatan Sutanto sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen BNBR.

Pekerjaan rumah BNBR

Tugas Anindya Bakrie dan Ardi Bakrie untuk memimpin BNBR tidaklah mudah. Beberapa pekerjaan rumah sudah siap menanti untuk segera di selesaikan. Salah satunya adalah proses restrukturisasi utang BNBR yang menyulitkan perusahaan untuk tumbuh.

Asal tahu saja, proses bersih-bersih utang BNBR bukan perkara mudah. Skema yang dilakukan adalah mengubah utang kreditur menjadi saham. Sekadar mengingatkan restrukturisasi utang BNBR di tahun 2018 mencapai Rp 9,38 triliun.

Adapun kreditur yang utangnya dikonversi menjadi saham pada tahun 2018 lalu adalah Daley Capital Ltd sebesar Rp 100,4 miliar, Mitsubishi Corporation RtM Japan Ltd sebesar Rp 2,91 triliun dan Levoca Enterprise sebesar Rp 6,36 triliun.

Bukan itu saja, beberapa utang jangka pendek dari kreditur besar pun menanti untuk direstrukturisasi. Rinciannya Eurofa Capital Investment sebesar Rp 1,49 triliun dan liabilitas derivatif kepada Glencore International AG Rp 6,55 triliun.

Anindya mengatakan, ke depan BNBR akan fokus kepada anak usaha mereka yakni PT Bakrie Autoparts, PT Bakrie Building Industries dan PT Bakrie Metal Industries. Sebagai holding group, BNBR akan berperan sebagai perusahaan investasi yang siap dalam melakukan pertumbuhan anak usaha dengan aksi korporasi sehat.

“Oleh karena itu kami angkat direktur investasi,” ujar Anindya.


Reporter: Yoliawan H
Editor: Tendi
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0452 || diagnostic_web = 0.3307

Close [X]
×