kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Purbaya Sebut Kriteria Direksi BEI Baru Bisa Berantas Saham Gorengan


Jumat, 02 Januari 2026 / 14:58 WIB
Purbaya Sebut Kriteria Direksi BEI Baru Bisa Berantas Saham Gorengan
ILUSTRASI. Pembukaan Perdagangan di Bursa Saham Indonesia (BEI) 2 Januari 2026 (KONTAN/Rashif Usman)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kriteria terkait direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini terkait menjelang akan berakhirnya kepemimpinan masa jabatan direksi BEI di tahun 2026 ini.

Purbaya bilang, kepemimpinan bursa harus memiliki komitmen kuat untuk menegakkan integritas pasar. Katanya, hal itu adalah hal yang paling penting dilihat oleh para investor.

“Yang paling penting mereka punya keinginan yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1).

Baca Juga: Indeks Sektor Kesehatan Sepanjang 2025 Naik 43,78%, Begini Prospek di Tahun 2026

Selain itu, Purbaya juga menanggapi perkembangan upaya pemberantasan praktik manipulasi pasar atau saham gorengan. Sebelumnya, otoritas bursa juga telah mengungkapkan sejumlah langkah peningkatan pengawasan. 

“Soal saham gorengan dari bursa, sudah ada selanjutnya belum? Saya akan lihat, akan dilihat terus. Dia serius atau tidak,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pemberian insentif kepada Bursa Efek Indonesia pada 2026, Purbaya menyatakan pemerintah belum menerima permintaan insentif apa pun. 

“Mereka belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya: apa prestasinya? Berapa orang ditangkap?” ujarnya.

Sementara itu, Purbaya juga menanggapi soal ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto pada pembukaan perdagangan BEI di awal tahun 2026 ini. Ketidakhadiran Prabowo itu adalah untuk kedua kalinya semenjak dia dilantik sebagai presiden Republik Indonesia (RI).

Purbaya menegaskan, ketidakhadiran Prabowo pada hari perdana perdagangan Bursa selama dua tahun berturut-turut tak mengurangi perhatiannya terhadap sektor ekonomi maupun pasar modal. 

Apalagi, Presiden Prabowo diketahui saat ini sedang di Aceh, yang menunjukkan kepeduliannya dengan masalah yang dihadapi masyarakat. 

Baca Juga: OJK Angkat Bicara soal Dugaan Hilangnya Dana Member Indodax

“Maka masalah perekonomian lain pun akan diperhatikan oleh Presiden agar pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat,” tuturnya.

Selanjutnya: Vivo X300 Ultra Siap Masuk Eropa, Jadi Penantang Xiaomi 17 Ultra

Menarik Dibaca: Lanjut Ngacir, Story (IP) Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×