Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,65 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026.
Raihan tersebut mencatatkan kenaikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS mengatakan, pada sembilan bulan pertama tahun 2026 ini, kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha perseroan masih didominasi oleh pendapatan usaha dari segmen industri. Yaitu sebesar Rp 2,54 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan usaha DMAS.
“Sebagian besar pendapatan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Direksi BRMS Borong 740.000 Saham pada Oktober 2026, Ini Rinciannya
Di samping pendapatan dari segmen industri, segmen komersial memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp 44,47 miliar.
Adapun kontribusi dari pendapatan usaha segmen hunian, rental, dan hotel terhadap pendapatan usaha masing-masing adalah Rp 30,99 miliar, Rp 15,02 miliar dan Rp 12,82 miliar.
Laba kotor DMAS juga meningkat sebesar 297% dari Rp 545 miliar di sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi Rp 1,62 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2026.
Marjin laba kotor pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 61%.
Seiring dengan pertumbuhan laba kotor, laba bersih DMAS mengalami kenaikan menjadi Rp 1,49 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, atau naik 284% dibanding tahun lalu sebesar Rp 525 miliar. Marjin laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2026 adalah sebesar 56%.
Dari sisi fundamental, jumlah aset DMAS per 30 September 2026 tercatat Rp 8,44 triliun, meningkat sebesar Rp 1,32 triliun atau 19% dibandingkan dengan aset perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp 7,12 triliun,
“Peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas,” ungkapnya.
Posisi kas dan setara kas DMAS per 30 September 2026 adalah sebesar Rp 1,8 triliun, meningkat sebesar Rp 1,43 triliun atau naik 380% dibandingkan posisi kas dan setara kas pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 377 miliar.
Adapun, jumlah liabilitas perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp 1,13 triliun. Jumlah ekuitas (bersih) per 30 September 2026 meningkat sekitar 11% menjadi Rp 7,31 triliun dibandingkan jumlah ekuitas (bersih) per 31 Desember 2025 sebesar Rp 6,61 triliun.
“DMAS saat ini tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian,” paparnya.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Manajer Investasi Cermati Saham Bervaluasi Menarik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














