kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

ITSEC Asia (CYBR) Gelar AICX 2026, Soroti Ketahanan Siber di Era AI


Selasa, 20 Oktober 2026 / 19:01 WIB
ITSEC Asia (CYBR) Gelar AICX 2026, Soroti Ketahanan Siber di Era AI
ILUSTRASI. ITSEC Asia (CYBR) Gelar AICX 2026, Soroti Ketahanan Siber di Era AI (Dok/PT ITSEC Asia Tbk (CYBR))


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menggelar forum AI, Cyber & Quantum Experience (AICX) 2026 bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membahas ketahanan siber nasional, kedaulatan digital, serta kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi kuantum.

Forum yang berlangsung di Bali Beach Convention, Sanur, pada Selasa (20/10/2026) tersebut merupakan bagian dari Bali Tech Week 2026. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, AICX 2026 dihadiri lebih dari 600 peserta dan melibatkan 25 pembicara dari kalangan pemerintah, regulator, pelaku industri, praktisi teknologi, dan akademisi.

President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, perkembangan AI dan ancaman siber membuat keputusan terkait teknologi semakin berkaitan dengan daya saing perusahaan, ketahanan operasional, dan kepentingan nasional.

“Keputusan yang dibuat oleh para pemimpin hari ini akan menentukan posisi organisasi mereka dalam beberapa tahun ke depan. AI mengubah cara bisnis beroperasi, sementara ancaman siber dan perkembangan teknologi baru turut mengubah risiko yang harus mereka hadapi. Kita perlu memastikan bahwa diskusi di tingkat pimpinan menghasilkan keputusan yang jelas mengenai prioritas, investasi dan kemampuan yang diperlukan dalam menghadapi era AI. AICX menjadi tempat untuk mempertemukan perspektif tersebut dan mendorong langkah yang lebih terarah,” ujar Patrick dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi ke Afrika, Gandeng SGCI Perkuat Keamanan Siber

Forum ini juga menjadi ruang bagi pemerintah dan pelaku industri untuk membahas kebutuhan penguatan keamanan digital seiring meningkatnya penerapan AI. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, yang hadir mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, menyampaikan paparan mengenai kedaulatan digital Indonesia serta hubungan antara AI dan keamanan siber.

Edwin menilai, pengembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor agar inovasi dapat berjalan secara aman.

“Keamanan siber harus menjadi fondasi bagi inovasi dan adopsi AI, yang didukung oleh investasi berkelanjutan dalam sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi. Indonesia perlu memperkuat kapasitas talenta digital serta membangun kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, akademisi dan masyarakat sipil. Melalui AICX 2026, kita dapat menyelaraskan prioritas, mengubah dialog menjadi kemitraan nyata serta mengembangkan solusi terpercaya yang menjawab kebutuhan Indonesia sekaligus berkontribusi bagi kawasan,” ujar Edwin.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Slamet Aji Pamungkas, yang hadir mewakili Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, membahas peran teknologi berdaulat dalam memperkuat ketahanan nasional.

Menurut Slamet, keamanan siber perlu menjadi bagian dari setiap tahap pengembangan dan penerapan teknologi digital. Penguatan ketahanan nasional juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga sektor swasta dan akademisi.

“Kita dapat berbicara tentang AI, transformasi digital, inovasi dan masa depan teknologi. Namun, semua ambisi tersebut tidak akan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa keamanan siber. Aspek keamanan harus menjadi bagian dari setiap tahap pengembangan digital, mulai dari sistem yang kita rancang hingga teknologi yang kita adopsi. Ini adalah tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Pemerintah, industri, akademisi dan masyarakat harus bekerja sama untuk memperkuat ketahanan siber Indonesia serta memastikan kemajuan digital kita berlangsung secara aman dan berkelanjutan,” ujar Slamet.

Baca Juga: ITSEC Asia (CYBR) Dapat Katalis Baru dari Proyek BUMN dan RUU KKS, Begini Prospeknya

Selain kedaulatan digital dan keamanan siber, AICX 2026 membahas tantangan penerapan AI di perusahaan, tata kelola inovasi keuangan digital, serta kesiapan sistem keamanan menghadapi perkembangan komputasi kuantum. Pembahasan tersebut menyoroti dampak perkembangan teknologi terhadap proses bisnis, perlindungan informasi, dan keberlangsungan operasional organisasi.

Pengembangan talenta juga menjadi salah satu agenda forum. Perwakilan industri dan organisasi terkait membahas kebutuhan tenaga profesional dengan kompetensi AI dan keamanan siber untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Peran kebijakan, media, dan sektor swasta turut dibahas dalam membentuk pemahaman publik serta mendorong penerapan AI di Indonesia.

AICX merupakan pengembangan dari ITSEC Cybersecurity & AI Summit yang pada tahun sebelumnya mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pakar dari kawasan ASEAN. Pada 2026, forum tersebut diselenggarakan bersama Komdigi dengan menggabungkan pembahasan AI, keamanan siber, dan teknologi kuantum.

Baca Juga: ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Usaha Rp23,01 Miliar Kuartal II-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×