kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) melantai, ini raja TV berbayar


Jumat, 19 Juli 2019 / 14:46 WIB

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) melantai, ini raja TV berbayar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) terlebih dahulu melantai pada tahun 2012 silam, kini holding perusahaan tersebut ikut melantai. PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) melantai di bursa pada Senin (8/7) lalu. IPTV merupakan induk perusahaan atas MSKY, PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play) dan PT MNC OTT Networks (MNC Now). Keempat perusahaan tersebut tentunya ada di bawah PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk Ade Tjendra menyebut initial public offering (IPO) kemarin menandai bahwa MNC Group akan memaksimalkan strategi bisnisnya ke arah digital.  Mereka menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan (subscribers) hingga 200.000 per bulan. Target tersebut akan didapatkan dari semua lini usaha IPTV yakni MSKY,MNC Play dan MNC Now.


“Kita sekarang fokus ke platform digital di MNC Now,” jelas Ade kepada Kontan.co.id, Jumat (12/7).

Strategi bisnis ini diambil oleh IPTV untuk memenuhi permintaan generasi milenial yang gemar mengakses konten tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Artinya, layanan yang perlu dimaksimalkan adalah konten yang bisa diakses melalui layar kecil alias gawai yang memang erat dengan aktivitas kaum milenial. Masih menyesuaikan dengan karakter milenial, IPTV juga akan memproduksi kontennya sendiri.

“Mulai pertama dengan channel tapi linear channel, kita dicekoki program. Kalau anak muda kan on demand kaya youtube kalau dia mau nonton, diketik, dia nonton, yang lain enggak mau nonton. Makanya kita akan produce content short form lima sampai delapan menit di TV kecil,” jelas Ade.

MNC Now telah hadir di layanan Play Store dan App Store sejak 2015 silam. Investor Relations IPTV Luthan Fadel Putra menjelaskan hingga saat ini jumlah subscribers MNC Now sudah mencapai 3 juta. Dengan kondisi demikian dan target penambahan jumlah subscribers tiap bulan, Luthan menjelaskan tahun ini pendapatan IPTV ditargetkan tumbuh 20% secara tahunan (yoy).

Tahun 2018, IPTV membukukan jumlah pendapatan sebesar Rp 3,23 triliun, naik 2,8% dibandingkan penerimaan tahun sebelumnya. Sekitar 73,6% pendapatan tersebut berasal dari jasa penyiaran program. Sementara itu beban pendapatan IPTV naik 2,45% yoy menjadi Rp 2,61 triliun. Kinerja tersebut mengantarkan IPTV dalam kerugian sebesar Rp 46,98 miliar. Meskipun masih rugi, jumlah tersebut telah turun 39,4% dari sebelumnya.

“Untuk net-profit kita targetkan positif tahun ini, jadi sudah pasti (pendapatan) double digit kalau mau positif,” jelas Fadel.

Jumlah pendapatan ini didapatkan dari subscribers fee, penikmat layanan premium serta pendapatan dari iklan.

Luthan menjelaskan bahwa peluang bisnis di lini TV berbayar saat ini masih cukup terbuka lebar. Pasalnya, menurut dia, saat ini penetrasi Pay TV di Indonesia baru sekitar 12% hingga 13%. 

Kendati begitu, dengan rencana bisnis yang tengah difokuskan oleh IPTV, Luthan belum menyebut target penetrasi pasar yang ingin dicapai.  Sebab kesiapan infrastruktur pendukung Pay TV di Indonesia masih belum baik. Oleh karena itu, disamping fokus pada MNC Now, mereka tetap fokus pada kebutuhan konten keluarga yang identik dengan layar besar dengan MSKY dan MNC Play.

Adapun, MSKY menyediakan layanan TV berlangganan yang berbasis satelit. Produk MSKY dulu dikenal sebagai Indovision, lantas dua tahun lalu nama tersebut berubah menjadi MNC Vision. Sedangkan MNC Play adalah upaya IPTV menangkap kebutuhan pasar masyarakat perkotaan yang sibuk dan membutuhkan konten lebih dari siaran televisi konvensional. Maka saat ini MNC Play membangun sembilan jaringan fiber optic untuk menghadirkan layanan broadband yang lebih baik.

Selain itu IPTV juga akan mengambil langkah hukum untuk mengatasi pembajakan yang kerap jadi penghambat pergerakan bisnis di lini ini. Mereka berencana bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas orang-orang yang mendapat akses ke Pay TV tanpa mengeluarkan biaya karena sharing antena. Luthan menambahkan masalah ini juga menjadi fokus bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Kemudian, dengan upaya ini diharapkan jumlah subscribers bisa sesuai target.

“Bagian dari itu, tapi tidak semua dari situ karena piracy tidak bisa dikerjakan cepat. Kedua kita mau memperluas market,” jelas Fadel. 

Perluasan pasar tersebut diambil dengan langkah mengakuisisi 60% saham milik K-Vision. Langkah ini memperkuat strategi IPTV untuk membuka pasar dengan segmen kelas menengah-bawah.

Strategi terakhir, IPTV tengah menggarap set top box Android guna meningkatkan experience alias pengalaman penggunaan Pay TV mereka. Luthan menjelaskan pihaknya berharap set up box ini sudah bisa diluncurkan pada tahun ini meskipun belum ada waktu secara pasti.  Namun, set up box ini sudah bisa dinikmati oleh pelanggan MNC Play.


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Herlina Kartika

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 0.1521

Close [X]
×