kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Proyeksikan IHSG Sentuh 9.440 di 2026, Cek Saham Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas


Sabtu, 03 Januari 2026 / 08:39 WIB
Proyeksikan IHSG Sentuh 9.440 di 2026, Cek Saham Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Analis BRI Danareksa Sekuritas proyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang sentuh level 9.440 pada 2025, cek saham pilihannya.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Kedua, premi sebesar 40% untuk mencerminkan berlanjutnya arus dana ke saham-saham konglomerasi dan saham yang berpotensi masuk indeks utama. 

Di samping itu, untuk skenario bull dan bear, Chory menyebut bahwa target IHSG pada 2026 yaitu masing-masing berada di level 9.820 dan 9.135 dengan asumsi pertumbuhan EPS sebesar 10% dan 6%.

"Risiko utama pasar mencakup potensi perubahan atau penundaan kebijakan dan program pemerintah, serta perubahan metodologi indeks utama," tutur dia. 

Baca Juga: Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Akhir 2025, Selasa (30/12)

Bagi investor, lanjut Chory, strategi utama tahun ini adalah "Mean Reversion & Dividend Hunting". Setelah 2025 dikuasai saham lapis kedua, tahun 2026 akan menjadi panggung bagi saham-saham Blue Chip dari LQ45 atau IDX30 yang valuasinya masih tertinggal (undervalued). 

Sektor seperti perbankan, khususnya big banks, masih menjadi pilihan menarik bagi investor. Saham-saham perbankan dipercaya tetap menjadi motor penggerak berkat laba bersih yang tumbuh stabil dan proyeksi dividen yang tinggi.  

Selain itu, saham-saham di sektor konsumer dan retail juga memiliki daya tarik tinggi lantaran diuntungkan oleh belanja pemerintah dan perbaikan daya beli pasca penurunan suku bunga acuan. 

Berikutnya, saham-saham di sektor teknologi dan digital layak dipertimbangkan karena sektor ini mulai pulih (rebound) berkat biaya modal yang lebih murah. Saham dari sektor komoditas, khususnya mineral hijau dan emas juga tetap prospektif seiring transisi energi global. 

Baca Juga: Ini Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham MNC Sekuritas untuk Awal Perdagangan 2026

Tak hanya itu, saham-saham konglomerat juga berpotensi kembali menjadi penopang utama IHSG pada 2026. 

Secara garis besar, emiten dengan diversifikasi usaha kuat, neraca sehat, serta eksposur ke sektor defensif dan strategis dinilai lebih tahan banting terhadap risiko volatilitas. 

"Fokus investor akan tertuju pada konglomerasi yang mampu menjaga pertumbuhan laba dan arus kas secara berkelanjutan," pungkas Chory.

Selanjutnya: Agak Laen 2 Menjadi Film Indonesia Terlaris, Ini Jumlah Penontonnya

Menarik Dibaca: Samsung A16 HP untuk Jangka Panjang, Ada Update OS 6 kali & Keamanan 6 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×