kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

IHSG Melonjak 1,81%, Investor Kembali Optimistis, Simak Prediksi Besok Jumat (28/8)


Kamis, 27 Agustus 2026 / 18:20 WIB
 IHSG Melonjak 1,81%, Investor Kembali Optimistis, Simak Prediksi Besok Jumat (28/8)
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat signifikan pada perdagangan Kamis (27/8/2026). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat signifikan pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Sentimen domestik yang lebih kondusif setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR berlangsung damai mendorong investor kembali masuk ke pasar saham.

IHSG ditutup naik 116,07 poin atau 1,81% ke level 6.521,75. Penguatan tersebut sekaligus menunjukkan mulai meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko sosial-politik di dalam negeri.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, sentimen positif dari dalam negeri menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.

Demonstrasi yang menuntut pengesahan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset berakhir dengan keputusan DPR menargetkan pengesahan aturan tersebut paling lambat pada 15 Desember 2026.

"Hal tersebut direspons positif oleh para pelaku pasar, setelah selama beberapa hari terakhir pasar cenderung tertekan mengantisipasi kondisi keamanan di dalam negeri," ujar Alrich kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Harga CPO Berpotensi Pulih, Simak Rekomendasi Saham Emiten Sawit

Penguatan IHSG juga berlangsung merata di seluruh sektor. Sektor industri menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi, yakni mencapai 3,95%.

Rupiah Masih Tertekan

Kendati IHSG menguat, pergerakan rupiah justru masih berada dalam tekanan. Nilai tukar rupiah melemah 0,11% ke level Rp17.744 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah bahkan sempat tertekan hingga menyentuh level Rp17.781 per dolar AS sepanjang perdagangan.

Dari sisi teknikal, Alrich menilai IHSG berhasil kembali berada di atas rata-rata pergerakan lima hari atau moving average (MA) 5. Sementara itu, histogram indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area positif.

"Namun Stochastic Relative Strength Index (RSI) bergerak turun di area pivot," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan IHSG akan bergerak sideways atau cenderung mendatar pada rentang 6.450-6.580 pada perdagangan Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, perhatian pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8). Agenda tersebut menjadi salah satu perhatian utama pasar karena berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

Investor Masih Waspadai Inflasi AS

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan investor masih cenderung berhati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan korporasi.

Salah satu perhatian utama pasar berasal dari perkembangan inflasi AS. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti, yang menjadi salah satu indikator inflasi utama The Fed, tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan pada Juli 2026.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$80.000, Arus Dana ETF Jadi Motor Penguatan Harga BTC

Tingkat inflasi tersebut masih berada di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2%. Kondisi ini membuat ekspektasi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga AS masih perlu dicermati oleh investor.

Selain data ekonomi, pelaku pasar juga menunggu perkembangan kebijakan moneter The Fed melalui simposium Jackson Hole. Pernyataan dari bank sentral AS berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga sekaligus pergerakan aset berisiko.

Di sisi korporasi, laporan keuangan Nvidia turut menjadi perhatian investor. Perusahaan tersebut merupakan salah satu pemain utama dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara global.

Nafan menambahkan, ketidakpastian geopolitik yang berkaitan dengan potensi eskalasi konflik Rusia-Ukraina juga perlu diperhatikan. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak mentah global.

Selain itu, investor masih mengantisipasi penyesuaian portofolio menjelang rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku mulai 1 September 2026.

Untuk perdagangan Jumat (28/8/2026), Nafan memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.454 dan 6.358. Sementara itu, level resistance berada di 6.552 dan 6.654.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×