kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Proyek pembangkit listrik biomassa milik Kencana Energi (KEEN) masuk tahap negosiasi


Minggu, 01 Desember 2019 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. pembangkit listrik tenaga air PLTA PT Kencana Energy Kencana Energi Lestari Tbk - PT Kencana Energy membangun PLTA kedua, yaitu PLTA Air Putih, yang berlokasi di Kabupaten Lebong, Bengkulu.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembangunan proyek pembangkit listik tenaga biomassa (PLTBM) milik PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) di Kalimantan Timur terus bergulir. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap negosiasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Adapun negosiasi yang dilakukan adalah terkait power purchase agreement (PPA) untuk energi baru terbarukan (EBT).

Baca Juga: Laba turun 36%, ini kata Kencana Energi Lestari (KEEN)

Kontan.co.id mencatat, selain berencana membangun PLTBM, KEEN juga akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar panel.

PLTBM rencananya akan memiliki kapasitas 10 megawatt (MW) sementara untuk solar panel direncanakan memiliki kapasitas 20 MW.

“Saat ini sedang digodok pemerintah,” ujar Direktur Utama Kencana Energi Lestari Henry Maknawi kepada Kontan.co.id, Minggu (1/12).

Henry optimistis, proyek ini akan berjalan lancar. Sebab, ia mengaku pemerintah cukup kooperatif dalam proses pembangunan proyek pembangkit listrik dengan menggunakan energi terbarukan.

Baca Juga: Bangun pembangkit listik di Kalimantan, Kencana Energi (KEEN) tunggu lampu hijau PLN

“Kelihatannya kabinet ini lebih peduli ke energi terbarukan, dan akan mendukung,” sambungnya.

Namun, Henry belum bisa mengungkapkan ihwal skema pendanaan dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun dua pembangkit listrik ramah lingkungan ini.

Sebab, biaya pembangunan sangat bergantung pada kapasitas dari masing-masing pembangkit listrik. “Kami masih menunggu negosiasi kapasitas,” imbuhnya.

Baca Juga: Ibu kota pindah, Kencana Energi (KEEN) siap bangun pembangkit listrik di Kalimantan

Untuk diketahui, pembangunan dua pembangkit listrik ini merupakan bentuk dukungan KEEN terhadap target bauran energi baru terbarukan (EBT) yang dicanangkan pemerintah.

Hingga 2025, pemerintah menargetkan bauran EBT dalam negeri mencapai 23% dari total pemakaian energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×