kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Proyek Myanmar mandek, Wika Beton hanya minoritas


Jumat, 18 Juli 2014 / 14:52 WIB
ILUSTRASI. Interior rumah dengan rak buku


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Realisasi pembangunan pabrik beton di Myanmar yang tak kunjung berjalan, tidak diambil pusing PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton).

Pasalnya, anak usaha dari PT Wijaya Karya Tbk (Wika) ini hanya menguasai saham minoritas dari perjanjian kerja sama yang dijalinnya dengan perusahaan lokal Myanmar, United Mercury Group (UMG). Adapun, menurut Sekretaris Perusahaan WTON, Puji Haryadi, perseroan hanya memiliki 5% dari perusahaan patungan tersebut.

"Kami masih konsentrasi ke domestik, tidak terlalu berpengaruh ke kinerja kami," tambahnya.

Rencananya, pabrik beton yang akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare ini akan menelan investasi sebesar Rp 200 miliar. Pabrik ini akan memiliki dua jalur produksi dengan kapasitas produksi sebesar 67.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×