CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.900   -42,00   -0,23%
  • IDX 6.318   86,39   1,39%
  • KOMPAS100 835   12,13   1,47%
  • LQ45 635   7,54   1,20%
  • ISSI 217   2,70   1,26%
  • IDX30 358   3,61   1,02%
  • IDXHIDIV20 443   3,44   0,78%
  • IDX80 95   1,33   1,41%
  • IDXV30 119   0,72   0,61%
  • IDXQ30 115   0,92   0,80%

Proyek infrastruktur yang picu penerbitan obligasi


Jumat, 24 Juni 2016 / 18:31 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Fokus pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur memicu ramainya penerbitan surat utang sektor infrastruktur dan konstruksi.

Demikian disampaikan oleh Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggono. "Pembangunan infrastruktur membutuhkan pendanaan sehingga perusahaan menerbitkan surat utang," ujar Wahyu, Jakarta. Peningkatan penerbitan juga diperkirakan ditopang oleh tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate).

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menambahkan tren penurunan BI rate memicu melandainya yield surat utang yang menjadi acuan penetapan kupon penerbitan obligasi korporasi. Kondisi ini dimanfaatkan emiten untuk menerbitkan surat utang dengan kupon murah.

"Sektor infrastruktur dan konstruksi masih akan membutuhkan pendanaan di tengah kondisi pemerintah yang menghalalkan pembangunan infrastruktur," ujar Made.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebut penerbitan surat utang sektor tersebut hingga kuartal III tahun ini setidaknya mencapai Rp 6,08 triliun. Nilai tersebut lebih besar ketimbang realisasi penerbitan tahun lalu yang tercatat Rp 2,1 triliun untuk sektor konstruksi sebanyak tiga perusahaan. Serta, satu perusahaan sektor teknik elektro dan konstruksi senilai Rp 200 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×