kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prospek suku bunga The Fed menghambat laju tembaga


Kamis, 09 Maret 2017 / 19:13 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tembaga terkena imbas penguatan dollar AS setelah rilis data tenaga kerja negeri Paman Sam. Prospek kenaikan suku bunga The Fed menghambat laju kenaikan tembaga di tengah sokongan fundamental.

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/3) harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tergerus 0,8% ke level US$ 5.722 per metrik ton pada pukul 13.53 waktu Singapura. Dalam sepekan terakhir, tembaga jatuh 3,5%.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, sajian data ekonomi baik dari China maupun Amerika Serikat (AS) telah membawa tekanan pada harga tembaga.

Angka inflasi China bulan lalu melambat ke level 0,8% dari bulan sebelumnya 2,5% serta di bawah proyeksi sebesar 1,9%. Sementara dari AS, rilis data tenaga kerja swasta yakni ADP Non-Farm Employment Change bulan Februari bertambah 298.000, jauh lebih tinggi dari proyeksi sebesar 184.000.

Data ekonomi China menimbulkan kekhawatiran melambatnya permintaan tembaga, sedangkan data AS membuat dollar AS menguat dan menekan laju tembaga.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan untuk melihat kebijakan suku bunga The Fed.

"Ekonomi AS semakin membaik dan menguatkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi fundamental tembaga tidak menjadi fokus utama," kata Ibrahim.

Dengan demikian, tekanan harga tembaga masih mungkin berlanjut hingga pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×