Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Lebih jauh, kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan tarif cukai umum pada 2026 dipandang sebagai sinyal perubahan pendekatan regulasi.
Strategi yang lebih akomodatif ini memberi kepastian fiskal bagi pelaku usaha dan investor, sekaligus menurunkan persepsi risiko regulasi yang selama ini menekan valuasi saham rokok.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya re-rating valuasi saham sektor tembakau, seiring meningkatnya optimisme terhadap keberlanjutan bisnis emiten dalam jangka menengah.
Baca Juga: BBCA Akan Bayar Dividen Jumbo, Simak Rekomendasi Saham untuk Investor Ritel
Sejalan dengan prospek tersebut, Abida memberikan pandangan positif terhadap sektor tembakau. Saham HMSP dan WIIM menjadi pilihan utama dengan rekomendasi buy, masing-masing dengan target harga Rp 800 dan Rp 2.000 per saham.
Sementara itu, saham GGRM direkomendasikan hold dengan target harga Rp 17.500. Rekomendasi ini mencerminkan potensi pemulihan laba yang kuat, namun tetap mempertimbangkan risiko investasi non-inti yang dimiliki perusahaan.
Selanjutnya: Promo JSM Hypermart Periode 16-19 Januari 2026, Aice Mochi Beli 1 Gratis 1
Menarik Dibaca: Promo JSM Hypermart Periode 16-19 Januari 2026, Aice Mochi Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
