kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Prospek Saham LQ45 Menarik Dicermati, Investor Mulai Kembali ke Fundamental Kuat


Rabu, 04 Februari 2026 / 18:22 WIB
Prospek Saham LQ45 Menarik Dicermati, Investor Mulai Kembali ke Fundamental Kuat
ILUSTRASI. Saham LQ45 justru menguat harian saat pasar bergejolak, melawan tren pelemahan YTD. Temukan alasan di balik anomali ini dan prospek jangka panjangnya. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 dinilai menarik untuk dicermati dalam jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya volatilitas pasar dan tekanan pada saham-saham spekulatif.

Sebagai informasi, menurut statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir perdagangan Selasa (3/2/2026), indeks LQ45 yang berisikan saham-saham berkapitalisasi tinggi mencatatkan kenaikan 2,17% secara harian, lebih baik dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang mencatatkan minus 3,27%. Namun secara tahun berjalan, indeks LQ45 masih membukukan pelemahan 2,7%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menilai mulai terlihat pergeseran aliran dana investor menuju saham-saham dengan fundamental yang kuat. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian pasar yang membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana.

Menurutnya, proses rebalancing tersebut mencerminkan investor kini semakin selektif dengan kembali menitikberatkan pada valuasi yang wajar, kinerja laba yang stabil, serta kondisi neraca perusahaan yang sehat.

Baca Juga: OJK, BEI, dan AEI Bahas Reformasi Integritas Pasar Modal, Free Float Jadi Fokus Utama

Dalam jangka panjang, saham-saham LQ45 tetap menarik karena didominasi emiten berkapitalisasi besar dengan tingkat likuiditas tinggi dan fundamental yang relatif solid.

"Meski kinerja indeks masih tertekan sejak awal tahun, peluang pemulihan tetap terbuka apabila sentimen makroekonomi membaik dan arus dana asing kembali masuk ke pasar domestik," kata David kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).

Sejumlah saham dinilai layak dicermati, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Kedua saham perbankan besar ini ditopang fundamental yang kuat, pertumbuhan laba yang konsisten, serta valuasi yang kini lebih rasional setelah mengalami koreksi harga.

Selain sektor perbankan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga dipandang prospektif berkat karakter bisnis yang defensif, potensi dividen yang menarik, serta peluang perbaikan kinerja ke depan.

Baca Juga: Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham SRTG, Tetap Jadi Pengendali Saratoga

Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) didukung eksposur kuat pada sektor konsumsi dan otomotif dengan valuasi yang relatif murah.

Di sisi lain, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetap menjadi pilihan saham defensif yang berpotensi mengalami pemulihan seiring membaiknya daya beli masyarakat.

"Secara umum, rekomendasi adalah selective buy untuk saham LQ45 berfundamental kuat, terutama perbankan besar dan saham defensif," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×