kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Prospek Prodia (PRDA) dan Diagnos (DGNS) 2026 Tetap Positif, Cek Rekomendasinya


Selasa, 13 Januari 2026 / 11:49 WIB
Prospek Prodia (PRDA) dan Diagnos (DGNS) 2026 Tetap Positif, Cek Rekomendasinya
ILUSTRASI. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) (Dok/PRDA)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham emiten laboratorium kesehatan pada 2026 diperkirakan bergerak berbeda arah antara PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS). Sepanjang 2025, saham PRDA terkoreksi 6,69%, sedangkan DGNS justru naik 5%. Hingga kuartal ketiga 2025, PRDA mencatat pendapatan Rp1,58 triliun, sementara DGNS membukukan Rp118,27 miliar.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pelemahan saham PRDA justru membuka peluang valuasi yang lebih menarik. “Untuk PRDA, koreksi kemarin bikin valuasi jadi menarik karena masuk kategori value dan dividend play. Sementara DGNS lebih banyak diharapkan sebagai growth play tahun ini,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Prodia (PRDA) Perkuat Layanan Stem Cell dan Ekspansi Regional Pacu Kinerja di 2026

Wafi menjelaskan PRDA menghadapi tantangan high base effect yang membuat pertumbuhan tahun ini lebih menantang. Sebaliknya, ruang pertumbuhan DGNS dinilai lebih besar berkat sinergi dengan ekosistem Bundamedik (BMHS). “Untuk DGNS, growth room lebih bagus karena adanya dukungan ekosistem Bundamedik (BMHS),” tambahnya.

Dari sisi strategi 2026, ekspansi DGNS ke Medan, Surabaya, dan Denpasar dinilai mampu menjadi katalis bagi peningkatan pendapatan. Sementara PRDA dengan target menjadi South East Asia Referral Laboratory dipandang dapat memperkuat posisi kompetitif dan menjaga margin. “Buat DGNS, ekspansi bisa jadi katalis top line. Kalau PRDA, langkah ini bisa naikkan posisi dan menjaga margin,” jelas Wafi.

Baca Juga: Prospek Saham Prodia (PRDA) 2026 Menjanjikan, Ini Kata Analis

Meski prospek terbuka, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko seperti tren rumah sakit yang mulai memodernisasi laboratorium internal sehingga dapat mengurangi permintaan layanan eksternal. Sensitivitas terhadap biaya operasional dan kebutuhan capex juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Dari sisi valuasi, kedua saham ini dinilai masih menarik untuk dikoleksi pada 2026. “PRDA BUY dengan target harga Rp3.800 dan DGNS BUY di Rp320,” kata Wafi. Ia menilai peluang keduanya akan sangat bergantung pada eksekusi ekspansi dan kemampuan mempertahankan profitabilitas di tengah persaingan layanan laboratorium yang semakin ketat.

Baca Juga: Diagnos Lab (DGNS) Optimistis Kinerja Membaik di 2026, Ini Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×