Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Meski begitu, emiten yang berinvestasi dalam efisiensi energi dan teknologi hijau disebut berpeluang lebih baik dalam mengakses pendanaan dan mempertahankan daya saing.
Dari sisi valuasi, Abida menilai saham sektor kertas masih sangat murah. Ia menegaskan bahwa beberapa saham diperdagangkan di bawah 0,5 kali nilai buku.
“INKP kami rekomendasikan BUY dengan target harga Rp11.000. TKIM kami sarankan akumulasi di target harga Rp9.000,” katanya.
Baca Juga: Toba Pulp Lestari (INRU) Bantah Tuduhan Penyebab Banjir Sumatera
Dari perspektif teknikal, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai INKP dan TKIM masih menarik untuk strategi beli saat pelemahan harga.
“INKP berada di area support 8.825 dan resistance 9.950 dengan potensi penguatan menuju 10.100 sampai 10.650,” jelas Herditya. Adapun TKIM dinilai memiliki kecenderungan serupa.
“TKIM memiliki support di 7.575 dan resistance 8.150. Target kenaikan masih terbuka hingga 8.200 sampai 8.450,” katanya.
Sementara itu, tiga saham lain yaitu KBRI, SWAT, dan INRU tercatat belum diperdagangkan per Kamis, (8/1/2026).
Selanjutnya: Prediksi Rupiah pada Jumat (9/1): Tekanan Berlanjut, Investor Wajib Tahu
Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret Periode 8-21 Januari 2026, Derma Angel Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













