kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Prospek Emiten Kertas Ditopang Ekspansi & Kenaikan Harga Pulp, Cek Rekomendasi Analis


Kamis, 08 Januari 2026 / 16:55 WIB
Prospek Emiten Kertas Ditopang Ekspansi & Kenaikan Harga Pulp, Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Pabrik Kertas Indah Kiat INKP APP ( ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL). Prospek emiten kertas dinilai tetap positif pada 2026 meskipun harga pulp global terus merangkak naik, cermati rekomendasi analis.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten kertas dinilai tetap positif pada 2026 meskipun harga pulp global terus merangkak naik.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menjelaskan bahwa efek kenaikan harga pulp yang kini mencapai CNY 5.526 per ton sangat bergantung pada struktur produksi masing-masing emiten.

Ia menyebut PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebagai salah satu perusahaan yang justru diuntungkan karena terintegrasi dari sisi hulu.

“Bagi emiten besar dan terintegrasi seperti INKP, lonjakan harga pulp justru menjadi katalis positif untuk mempertebal margin. Mereka bisa mengontrol biaya produksi sekaligus mendapat manfaat dari kenaikan harga jual produk,” ujar Abida kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Prospek Saham Emiten Pulp dan Kertas Masih Moderat hingga 2026, Ini Kata Analis

Ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah di kisaran Rp 16.780 per dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor pendukung bagi emiten yang memiliki porsi ekspor signifikan.

“Pelemahan rupiah memberikan keuntungan kurs bagi emiten berbasis ekspor, sehingga profitabilitas sektor ini tetap solid meskipun harga bahan baku volatil,” jelasnya.

 

Dari sisi permintaan, Abida melihat outlook kertas industri tetap stabil. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan kemasan ramah lingkungan akan menjaga tren permintaan sepanjang tahun.

“Permintaan karton kemasan dan tisu secara global diproyeksikan tumbuh dengan CAGR mendekati 4%. Di Indonesia, pasar kemasan kertas berpotensi tumbuh sekitar 6% seiring kuatnya konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi dan Target Harga Saham Emiten Kertas INKP dan TKIM

Ia menambahkan bahwa pasar China, yang menyerap lebih dari sepertiga suplai pulp dunia, masih menjadi tujuan utama ekspor sehingga kapasitas produksi emiten domestik diperkirakan tetap terserap.

Abida juga menyoroti katalis besar yang berpotensi mengerek kinerja pada 2026, terutama beroperasinya penuh pabrik baru INKP di Karawang dengan tambahan kapasitas hingga 2,4 juta ton per tahun.

“Ekspansi ini transformasional. Fokus pendapatan semakin bergeser ke kertas industri yang marginnya lebih tinggi dan permintaannya lebih stabil,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut potensi lonjakan laba per saham beberapa emiten bisa mencapai lebih dari 100%, ditambah ekspektasi penurunan suku bunga global yang memberi dorongan tambahan.

Meski prospek cerah, Abida mengingatkan investor untuk mencermati risiko implementasi pajak karbon yang direncanakan mulai berlaku tahun ini. “Tarif minimal Rp30.000 per ton emisi CO2e bisa menambah tekanan biaya bagi emiten dengan intensitas emisi tinggi,” katanya.

Baca Juga: Simak! Ini Penyebab Kinerja Emiten Kertas INKP dan TKIM Anjlok di Semester I-2025

Regulasi perdagangan internasional seperti tarif impor Amerika Serikat dan pengetatan standar lingkungan Eropa juga dinilai perlu diwaspadai.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×