kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prospek emiten batubara masih suram


Rabu, 10 Februari 2016 / 19:13 WIB


Reporter: Rinaldi Mohamad Azka | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bisnis emiten batubara tahun ini muram, bahkan target produksi tahun 2016 hanya 419 juta ton turun 25% jika dibandingkan target tahun lalu. Hal ini dipicu rendahnya harga komoditas secara keseluruhan dan Australia yang tetap akan menaikkan produksi batu bara.

Kiswoyo Adi Joe, analis Investa Sarana Mandiri mengungkapkan prospek emiten batubara masih suram. Bahkan, profit emiten batubara dapat turun hingga 10%. "Susah karena komoditasnya rendah, tergantung harga batubara dan harga minyak," ungkapnya pada KONTAN Rabu (10/1) lalu.

Satrio Utomo, Kepala Riset Unversal Broker Indonesia bilang harga batu bara sudah turun sekitar 70%. "Butuh waktu lama supaya harga batu bara bisa kembali ke level US$ 70-US$ 80," jelasnya.

Satrio lalu menyarankan untuk menjauhi sektor ini dan mencari sektor yang lebih defensif. Sedangkan Fadli, analis Net Sekuritas, menyarankan tahan (hold) untuk emiten batu bara macam PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk (PTBA). Target harganya masing-masing PTBA Rp 5.500 dan ADRO Rp 700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×