kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.063   -54,17   -0,89%
  • KOMPAS100 791   -3,02   -0,38%
  • LQ45 597   -2,26   -0,38%
  • ISSI 211   -2,47   -1,16%
  • IDX30 337   -1,27   -0,37%
  • IDXHIDIV20 412   -2,95   -0,71%
  • IDX80 90   -0,34   -0,38%
  • IDXV30 111   -1,20   -1,07%
  • IDXQ30 108   -0,18   -0,17%

Prodia (PRDA) Garap Segmen Premium untuk Dorong Pertumbuhan, Ini Catatan Analis


Selasa, 23 Juni 2026 / 14:07 WIB
Prodia (PRDA) Garap Segmen Premium untuk Dorong Pertumbuhan, Ini Catatan Analis
ILUSTRASI. Prodia Widyahusada (PRDA) (Dok/Prodia (PRDA))


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) terus memperluas layanan dengan membidik segmen premium melalui Prodia Women’s Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care.

Langkah ini dinilai dapat menjadi pendorong pertumbuhan kinerja perseroan ke depan.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai strategi tersebut sudah tepat karena menyasar segmen menengah atas yang relatif lebih tahan terhadap tekanan daya beli.

“Segmen ini cenderung lebih bersedia membayar untuk layanan spesialis. Ini juga menjadi diferensiasi yang tidak mudah ditiru oleh pemain di segmen massal,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Prodia (PRDA) Bukukan Pendapatan Rp 2,28 Triliun di 2025, Siap Ekspansi Tahun Ini

Dari sisi pendapatan, ekspansi ke layanan premium dinilai mampu meningkatkan nilai transaksi per pelanggan secara signifikan.

“Layanan premium dapat mendorong pendapatan per pemeriksaan naik hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan tes reguler,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan nilai transaksi juga berpotensi memperbaiki margin, seiring dengan efisiensi biaya tetap laboratorium yang tersebar pada volume dengan nilai lebih tinggi.

Meski demikian, Wafi mengingatkan adanya risiko dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, mengingat sebagian besar bahan baku dan alat medis masih bergantung pada impor.

 

“Tekanan margin jangka pendek sulit dihindari jika rupiah berada di kisaran Rp17.800. Untuk mitigasi, perusahaan dapat melakukan penyesuaian tarif secara selektif, terutama di segmen premium yang lebih toleran terhadap kenaikan harga,” paparnya.

Untuk kinerja keuangan, Wafi memproyeksikan pendapatan PRDA akan tumbuh pada kisaran mid-single digit secara tahunan, ditopang oleh ekspansi layanan premium.

Baca Juga: Prospek Prodia (PRDA) dan Diagnos (DGNS) 2026 Tetap Positif, Cek Rekomendasinya

Namun, laba bersih berpotensi tertekan apabila biaya impor meningkat dan nilai tukar rupiah belum stabil.

“Dalam kondisi seperti ini, menjaga margin tetap stabil sudah menjadi pencapaian yang cukup baik,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×