kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.918   27,00   0,16%
  • IDX 7.351   -38,05   -0,51%
  • KOMPAS100 1.021   -6,01   -0,58%
  • LQ45 750   -2,20   -0,29%
  • ISSI 258   -2,10   -0,81%
  • IDX30 399   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 495   3,77   0,77%
  • IDX80 115   -0,63   -0,55%
  • IDXV30 134   0,63   0,47%
  • IDXQ30 129   0,21   0,16%

Preferensi Investor Ritel Bergeser, Reksadana Pendapatan Tetap Kian Dilirik


Kamis, 12 Maret 2026 / 08:19 WIB
Preferensi Investor Ritel Bergeser, Reksadana Pendapatan Tetap Kian Dilirik
ILUSTRASI. Membeli reksadana pasar uang kini bukan lagi primadona


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Minat investor ritel terhadap produk reksadana masih menunjukkan tren positif. Namun, di tengah dinamika pasar keuangan global, mulai terjadi pergeseran preferensi investor terhadap jenis reksadana yang dipilih.

Chief Operating Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan nilai transaksi ritel pada produk reksadana di platform Bareksa masih cenderung meningkat. Di saat yang sama, terdapat perubahan dominasi kelas aset dari sebelumnya didominasi reksadana pasar uang, kini bergeser ke reksadana pendapatan tetap.

Menurut Ni Putu, perubahan ini dipengaruhi oleh semakin mudahnya investor ritel mengakses informasi kinerja reksadana melalui platform digital. Transparansi tersebut membuat investor lebih leluasa membandingkan performa produk dan memaksimalkan potensi imbal hasil.

“Hal ini yang membuat minat investor ritel di industri reksadana lebih resilien di tengah tekanan pasar keuangan,” ujar Ni Putu dalam agenda media gathering Bareksa di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,69% ke 7.389, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin

Di tengah ketidakpastian global, minat investor terhadap reksadana pendapatan tetap juga meningkat karena dinilai lebih stabil. 

Di platform Bareksa, porsi reksadana pendapatan tetap bahkan kini telah mencapai sekitar 65% dari total investasi reksadana investor ritel.

Selain itu, minat diversifikasi investasi ke reksadana berbasis dolar Amerika Serikat atau USD juga mulai meningkat. 

Instrumen tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif lindung nilai (hedging) di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

Ke depan, Bareksa melihat tren diversifikasi investasi akan terus berkembang seiring meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan portofolio yang seimbang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×