kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Laba ASII Diproyeksi Pulih di Semester II-2026, Cek Proyeksi & Rekomendasi Analis


Jumat, 31 Juli 2026 / 18:41 WIB
Laba ASII Diproyeksi Pulih di Semester II-2026, Cek Proyeksi & Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Menara Astra. PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp 6,7 triliun pada kuartal II-2026. Perolehan tersebut turun 22%. (Dok/ASII )


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp 6,7 triliun pada kuartal II-2026.

Perolehan tersebut turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), namun meningkat 14% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ).

Dus, laba bersih Astra sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 12,5 triliun, atau terkoreksi 19% secara tahunan.

Realisasi tersebut baru memenuhi sekitar 43% dari proyeksi laba bersih konsensus untuk sepanjang 2026 yang diperkirakan berada di kisaran Rp 29 triliun.

Baca Juga: Astra International (ASII) Siapkan Strategi Tangkap Peluang Bisnis di GIIAS 2026

Kendati demikian, Tim Research Stockbit Investment menilai prospek kinerja Astra masih tetap positif. Laba ASII diproyeksi akan membaik pada semester II-2026, sehingga target laba bersih tahun ini masih berpeluang tercapai.

Optimisme tersebut ditopang oleh ekspektasi tidak adanya lagi beban satu kali (one-off) yang signifikan pada paruh kedua tahun ini.

Selain itu, potensi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta berlanjutnya pemulihan produksi emas di Tambang Martabe diperkirakan akan mendorong pemulihan kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha Astra yang menjadi salah satu kontributor utama laba perseroan.

"Kami menilai kinerja UNTR dapat pulih signifikan pada semester kedua di tahun 2026," tulis tim Stockbit dalam risetnya, Kamis (30/7/2026).

Dengan sejumlah katalis tersebut, Astra dinilai masih memiliki peluang membukukan laba bersih di kisaran Rp 28 triliun hingga Rp 29 triliun sepanjang 2026, meskipun pencapaian pada semester pertama masih berada di bawah ekspektasi.

 

Secara terpisah, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie berpendapat prospek kinerja ASII untuk tahun ini mengalami tantangan yang disebabkan oleh segmen Heavy Equipment, Mining, Construction & Energy (HEMCE).

Baca Juga: Astra International (ASII) Dapat Restu Buyback Rp 8 Triliun, Cek Rekomendasi Sahamnya

Anak usaha ASII, UNTR mengalami penurunan laba bersih yang signifikan pada kuartal pertama dan kuartal kedua tahun 2026.

"Oleh karena itu hal ini menjadi pemberat bagi kinerja perusahaan. Sementara, untuk pendukungnya masih berada di sektor otomotif dan jasa keuangan yang bertumbuh secara tahunan dan berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan konsolidasi," ucap Adrian kepada Kontan, Jumat (31/7/2026).

Secara rinci, Adrian bilang prospek UNTR masih dibayangi oleh sejumlah tantangan yang menekan kinerja keuangannya.

Pelemahan ini turut dikontribusikan oleh beban one-off sebesar Rp3,3 triliun, yang berasal dari pembayaran Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan di tambang Stargate, serta pencadangan penurunan nilai atas joint venture dan piutang non-usaha pada PT Supreme Energy Rantau Dedap di sektor geotermal pada kuartal II-2026. 

Meski kinerja fundamental UNTR masih berada dalam tekanan, valuasi saham perseroan dinilai semakin menarik.

Baca Juga: Astra International (ASII) Siap Beli Saham Usai Raih Restu Buyback Saham Rp 8 Triliun

Ini tercermin dari rasio price to book value (PBV) yang berdasarkan rata-rata historis lima tahun terakhir telah terkoreksi hingga mendekati level minus dua standar deviasi (SD-2).

Adrian merekomendasikan buy terhadap ASII dan UNTR dengan target harga Rp 6.400 dan Rp 29.100 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×