kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Prediksi IHSG dari Indosurya Asjaya Securities


Senin, 15 Agustus 2016 / 21:02 WIB
Prediksi IHSG dari Indosurya Asjaya Securities


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indosurya Asjaya Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan besok dengan kisaran pergerakan 5.288 – 5.458.

William Surya Wijaya, Analis Asjaya Indosurya menjelaskan, IHSG bergerak dalam tekanan di tengah arus capital inflow yang masih terus berlangsung. Ia bilang, pola tekanan yang terjadi masih bersifat wajar dan belum merubah pola pergerakan yang masih berada dalam jalur uptrend jangka menengah.

Support 5288 perlu terjaga dengan kuat agar pola gerak IHSG masih dapat dipertahankan dengan baik, sedangkan resistance level berada pada 5458 perlu ditembus untuk memperkokoh pola kenaikan lanjutan dari IHSG.

"Potensi penguatan dari IHSG masih cukup besar. Besok berpotensi mengalami teknikal rebound." katanya dalam riset yang diterima KONTAN, Senin (15/8).

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup terkoreksi 56.63 poin atau 1.05% di level 5.320.56 dengan volume yang relatif moderat. Investor kembali melakukan profit taking setelah data aktivitas ekspor import Indonesia berkontraksi negatif dengan ekspektasi. Namun investor asing masih mencatatkan net buy Rp 351.39 miliar hari ini.

Data aktivitas import turun -11,56% dari -7,41% dengan ekspektasi naik 6,18%, Data aktivitas export semakin tertekan turun -17,02% dari -4,42% dengan ekspektasi naik 0,97%.

Adapun saham-saham pilihan William pada perdagangan besok di antaranya PGAS, ADHI, AALI, UNVR, HMSP, ASRI, BBCA, BBNI dan LSIP. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×