Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
LONDON. Nilai tukar poundsterling perkasa terhadap dollar AS. Bahkan penguatannya menuju ke level paling perkasa dalam dua bulan terakhir.
Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 07.02 waktu London, poundsterling menguat 1,1% menjadi US$ 1,2256. Dengan demikian, mata uang Inggris ini reli dari pelemahan 4,9% dalam empat hari terakhir.
Kenaikan hari ini merupakan yang terbesar sejak 16 Agustus lalu. Sementara, jika berhadapan dengan euro, pound menguat 1,3% menjadi 90,03 per euro.
Penguatan pound dipengaruhi oleh langkah Perdana Menteri Inggris Theresa May yang setuju bahwa Parlemen Inggris harus dipersilakan melakukan voting atas rencananya terkait Brexit.
Aksi May ini berhasil meredakan kecemasan investor bahwa dirinya akan menemukan hambatan dalam bernegosiasi dengan Parlemen dalam pembahasan mengenai hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.
Tidak hanya melawan dollar, pound juga menguat melawan 31 mata uang utama dunia lainnya.
Sedangkan Bloomberg Dollar Spot Index pada transaksi pagi waktu London turun 0,1%. Adapun posisi yen melemah 0,1% menjadi 103,59 per dollar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
