kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Petinggi Samsung ditahan, bursa Asia memerah


Jumat, 17 Februari 2017 / 09:00 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Pasar saham Asia dibuka di zona merah pada transaksi perdagangan akhir pekan (17/2). Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 08.20 waktu Singapura, indeks Kospi Korea Selatan tergerus 0,35%. Sedangkan indeks Kosdaq naik 0,15%.

Salah satu saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Korsel adalah Samsung ELectronics. Pagi ini, saham Samsung turun 0,4% setelah pimpinan perusahaan ini ditangkap pihak kepolisian.

Jay Y Lee akhirnya ditahan pada Jumat (17/2) terkait perannya di kasus skandal korupsi yang mendorong parlemen Korsel melakukan impeachment Presiden Park Geun-hye. Lee ditahan di Pusat Penahanan Seoul, di mana dia akan menunggu keputusan hakim pengadilan.

Baik Samsung maupun Lee, membantah terlibat kasus ini.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,69% dan indeks Topix turun 0,59%.

Saham-saham perusahaan elektronik Jepang berhasil melampaui kinerja indeks acuan pagi ini. Salah satunya adalah saham Sharp yang naik 1,86% menjadi 328 yen setelah perusahaan merevisi estimasi kinerjanya.

Sedangkan indeks ASX 200 Australia ditransaksikan turun 0,24%. Sektor energi dan bahan baku menekan indeks acuan dengan penurunan masing-masing 0,66% dan 0,94%. Sektor finansial bergerak flat pagi ini.

Di pasar mata uang, dollar melemah terhadap keranjang mata uang dunia dan diperdagangkan di posisi 100,48. Posisi ini turun dari sesi sebelumnya di level 101,07.

"Sepertinya, guncangan politik terus menjadi sentimen ekonomi dan mempengaruhi pergerakan market di iklim seperti saat ini," jelas Stephen Innes, senior trader OANDA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×