kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Petinggi Bank of Tokyo jadi Direktur ANTM


Rabu, 07 Oktober 2015 / 19:41 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali merombak jajaran direksi dan komisaris. ANTM menunjuk Dimas Wikan Pramudhito menjadi Direktur Keuangan perseroan. Dimas sebelumnya menempati posisi di berbagai lembaga keuangan internasional seperti Rabobank International Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Vice President di Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ.

Penunjukkan Dimas disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (7/10). "Kehadiran beliau diharapkan bisa membantu perseroan meningkatkan kinerja," ujar Direktur Utama ANTM, Tedy Badrujaman. Latar belakang Dimas sebagai bankir juga diharapkan bisa memudahkan ANTM jika ingin mendapat pendanaan eksternal.

Selain itu, pemegang saham ANTM juga menyetujui pemberhentian R. Sukhyar sebagai Komisaris Utama dan Velix Vernando Wanggai sebagai Komisaris. Keduanya digantikan oleh Fachrul Razi dan Bambang Gatot Ariyono.

Fachrul sebelumnya menjabat sebagai Wakil Panglima TNI tahun 1999-2000. Sementara Bambang saat ini menjabat sebagai Direktur Jendreal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Pemegang saham juga sudah menyetujui rencana ANTM untuk melakukan rights issue sehubungan dengan alokasi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 3,5 triliun. Dalam aksi korporasi itu, ANTM akan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebesar 14,49 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×