kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Perusahaan start up belum juga IPO, ini penjelasan BEI


Minggu, 16 Juni 2019 / 15:57 WIB

Perusahaan start up belum juga IPO, ini penjelasan BEI
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menargetkan setidaknya dua sampai tiga perusahaan rintisan atawa start up untuk menawarkan sahamnya ke publik atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya agar target tersebut tercapai. "Pokoknya bursa memberi kesempatan untuk me-maintain para perusahan start up yang siap diajak rising fund meski perusahaann itu baru berdiri," jelasnya belum lama ini.


Tapi memang, ada beberapa alasan mengapa para start up, khususnya unicorn masih mengurungkan niatnya untuk IPO. "Kami sudah ketemu dengan para unicorn, jadi mereka tentu punya pihak yang namanya investor sebagai menyuntik dana," tambah dia.

Apalagi investor tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Tentu, hal tersebut mempengaruhi keputusan perusahaan, karena selaku investor pasti memiliki kepentingan.

"Termasuk soal IPO dan mau dimana (IPO dilakukan)," lanjut Nyoman. Maka itu, kembali lagi, ini berhubungan dengan startegic decision making yang dipertimbangkan oleh investor, yang telah menyuntik dana dan masih ada disitu.

Apalagi, sebagai perusahaan publik memiliki konsekuensi untuk membuat manajemen profesional. Sebab, kalau sudah menggunakan dana publik, maka perusahaan juga harus siap memiliki kontrol sosial yang tinggi.

BEI juga tidak bisa menyalahkan start up itu sendiri, karena memang risiko adanya investor membuat perusahaan tergantung ketika mengambil keputusan. Tapi, BEI sendiri, kata Nyoman, sudah berusaha untuk mempermudah masuknya start up ke bursa saham.

Misalnya, start up tidak perlu menunggu asetnya besar jika ingin IPO. Bahkan dengan aset menengah dengan nilai Rp 50 miliar, BEI membuka kesempatan untuk tumbuh di bursa. Kemudian, dari sisi operasional yang baru merintis sekitar 12 bulan juga diberi kesempatan.

"Yang penting, kita melihat dari sustainbility-nya dan gimana model bisnis, yang penting dengan diberikab kesempatan rising fund di pasar modal, dia (start up) juga bisa atribusi balik kepada investor kok," kata Nyoman.

Asal tahu saja, saat ini BEI sudah membuat IDX Incubator Guan memberi gambaran kepada para start up untuk melantai di bursa.


Reporter: Sinar Putri S.Utami
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0885 || diagnostic_web = 0.3859

Close [X]
×