kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Perubahan suku bunga, indeks obligasi cetak rekor


Kamis, 24 Agustus 2017 / 19:57 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Angin segar sepertinya tengah berhembus di pasar obligasi. Langkah Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) dari semula 4,75% menjadi 4,50% rupanya berimbas positif terhadap kinerja indeks obligasi.

Mengamati pergerakan indeks pasar obligasi konvensional (INDOBeX), indeks obligasi komposit atau Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menorehkan rekor baru. Pada Kamis (23) ICBI menguat 0,09% dibanding hari sebelumnya ke level 230,445. Padahal, posisi awal tahun masih bertengger di level 208,5.

Apabila dihitung dari awal tahun 2017 pertumbuhan kinerjanya sudah menembus dobel digit. Secara year on year (yoy) ICBI telah tumbuh 10,53%. Namun jika membandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu kinerjanya hanya tumbuh 8,27%.

Kepala Divisi Operasional Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Ifan Mochamad Ihsan melihat turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia cukup berperan dalam mendorong pergerakan indeks. Dengan penurunan tersebut kini obligasi mendapatkan tambahan ruang gerak untuk bersaing dengan instumen investasi lainnya.

“Investor akan mengincar instrumen selain deposito yang memberikan imbal hasil yang cukup menarik,” ujarnya kepada KONTAN di Jakarta, Kamis (24/8).

Ia menyakini katalis positif ini akan mampu membuat indeks obligasi mempertahankan rekornya. Menurutnya kenaikan atau penurunan suku bunga acuan BI umumnya merupakan sentimen jangka panjang yang mampu mempertahankan penguatan. Selama tidak ada sentimen negatif yang menahan, harga terus melaju.

Sementara itu dari eksternal, pertumbuhan indeks obligasi juga disokong dari keraguan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya pada bulan Desember nanti.

Beberapa pejabatnya sampai sekarang masih meragukan pertumbuhan inflasi negeri Paman Sam yang belum mencapai level 2%. Pernyataan dovish ini membuat pasar optimis The Fed masih menahan rencana penerapan kebijakan monter yang lebih ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×