kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Persiapan negosiasi dagang AS-China dimulai, Wall Street cenderung datar


Jumat, 20 September 2019 / 05:56 WIB

Persiapan negosiasi dagang AS-China dimulai, Wall Street cenderung datar
ILUSTRASI. Bursa AS


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street bergerak cenderung sideways pada perdagangan Kamis (19/9). Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 0,19% ke 27.094,79.

Indeks S&P 500 hanya naik tipis 0,06 poin ke 3.006,79. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,07% ke 8.182,88.

Lonjakan harga saham Microsoft mengimbangi penurunan harga saham Apple pada perdagangan kemarin. Harga saham Microsoft naik 1,8% setelah emiten ini mengungkapkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai US$ 40 miliar. Sementara harga saham Apple Inc turun 0,8%.

Baca Juga: Indeks S&P 500 mendekati rekor tertinggi gara-gara Microsoft

Investor masih dalam aksi tunggu setelah Rabu lalu bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan yang mungkin akan melanjutkan dengan pelonggaran moneter lain. Mayoritas anggota dewan The Fed memperkirakan tidak ada lagi pemangkasan hingga tutup tahun.

Tapi, para trader menilai ada peluang 50% penurunan suku bunga sebesar 25 basis points lagi pada bulan depan. "Pasar keuangan masih yakin bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan akomodatif," kata Robert Pavlik, chief investment strategist and senior portfolio manager SlateStone Wealth LLC kepada Reuters.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Berpotensi Menguat Setelah Didera Profit Taking

Saat ini aksi tunggu pasar terutama ditujukan untuk lanjutan negosiasi dagang antara AS dan China yang dimulai kemarin. Delegasi kedua negara mulai bertemu untuk mempersiapkan negosiasi tingkat tinggi di awal Oktober.

Rencana kelanjutan negosiasi tatap muka kedua negara yang muncul sejak awal bulan ini mengangkat pasar saham yang rontok di bulan Agustus. "Ada pembicaraan konstruktif belakangan. Tapi jika ada kesepakatan, mungkin hanya akan sangat ringan, kesepakatan kecil, karena AS dan China masih sangat jauh dari masalah utama," kata Ben Phillips, chief investment officer EventShares kepada Reuters.

 


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×