kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Persaingan Makin Ketat, Simak Rekomendasi Saham Emiten Sektor E-Commerce


Minggu, 31 Agustus 2025 / 13:06 WIB
Persaingan Makin Ketat, Simak Rekomendasi Saham Emiten Sektor E-Commerce
ILUSTRASI. Emiten e-commerce diproyeksi mencatat kinerja yang membaik pada semester II – 2025 namun sejumlah tantangan patut dicermati untuk melihat kinerja. . KONTAN/Cheppy A. Muchlis/26/08/2025


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten e-commerce diproyeksi mencatat kinerja yang membaik pada semester II – 2025. Namun sejumlah tantangan seperti daya beli hingga persaingan usaha yang semakin kompetitif patut dicermati untuk melihat kinerja. 

Irsyady Hanief, Research Analyst Henan Sekuritas mengatakan, dari sisi kinerja, PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memasuki semester II – 2025 dengan dasar yang kuat. Yakni dengan penjualan bersih semester I – 2025 mencapai Rp 8,55 triliun, naik 10,6% secara tahunan (year on year (YoY), didorong dari fintech (naik 76% YoY), mobilitas, dan pengiriman.

Sementara itu, marjin kotor naik 550 bps ke 57,6% seiring penurunan selling, general & administratif 22%, membuat rugi bersih menyempit ke Rp 742 miliar (turun 73,9%).

Baca Juga: Bergantung pada Stabilitas Politik dalam Negeri, Simak Proyeksi IHSG Senin (1/9)

Sementara itu, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat turnaround dengan laba bersih semester I – 2025 mencapai Rp 464 miliar dan pendapatan Rp 3,08 triliun (naik 27,95% YoY) berkat ekosistem mitra dan produk sehari-hari yang sejalan dengan tren downtrading. 

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) juga membukukan pertumbuhan pendapatan semester I – 2025 mencapai Rp 9,6 triliun (naik 22% YoY). Namun masih rugi bersih masih di Rp 1,25 triliun. Sehingga efisiensi operasional dan perbaikan bauran kategori tetap krusial agar skala tidak menggerus profit.

“Tren downtrading dapat mengurangi porsi kategori bermarjin tinggi dan menekan take rate saat musim promo 9.9 – 12.12 bila diskon tidak terkurasi,” ujar Irsyady kepada Kontan, Jumat (29/8). 

Irsyady mengatakan, penggunaan buy now pay later (BNPL) memang menaikkan frekuensi transaksi kecil, tetapi menuntut pengelolaan risiko kredit dan efisiensi logistik. Bagi GOTO, tantangannya menjaga ekspansi marjin sambil mempertahankan volume di tengah kompetisi live/social commerce dan memastikan kualitas monetisasi fintech. 

Bagi BUKA, profit semester I – 2025 perlu dijaga dengan disiplin biaya dan bauran produk harian agar tidak tergerus saat promo memuncak, fokus pada kualitas pendapatan lebih penting daripada mengejar gross merchandise value (GMV). 

Kemudian, bagi BELI, eksposur lebih besar ke tiket besar membuatnya lebih sensitif terhadap downtrading. Pengendalian promo ROI (Return on Investment), perbaikan syarat pemasok, percepatan perputaran persediaan, layanan purna jual, serta bundling untuk menaikkan attach rate penting agar kenaikan take rate tidak diimbangi lonjakan retur atau subsidi.

Baca Juga: Valuasi IHSG Menarik, Dana Asing Terus Masuk ke Pasar Saham Indonesia

Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengatakan ekspansi omnichannel dan kenaikan take rate BELI masih bisa berlanjut. Margin BELI yang bisa konsisten ditambah efisiensi biaya menghasilkan kemampuan monetisasi platform solid. 

Managing Director Research and Digital Production PT Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, tantangan pertama pada sektor e-commerce saat ini adalah langkah agresif yang diambil oleh platform Shopee.

Menurut observasi Samuel Sekuritas, Shopee telah memberikan gratis ongkir kategori “sameday” sejak awal tahun 2025. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan tinggi yang berkepanjangan. Sehingga untuk mencetak profitabilitas akan semakin sulit. 

“Tantangan yang kedua adalah kami masih melihat daya beli masyarakat yang cukup rendah, mempersulit pertumbuhan GTV (gross transaction value) ditengah usaha pengurangan customer incentive,” ujar Harry. 

Irsyady menyoroti tingkat inflasi Juli 2,37% (vs 1,87% Juni) dan consumer confidence index (CCI) 118,1 (vs 117,8) biasanya mendorong frekuensi tetapi menahan AOV (Average Order Value).

Sementara Indeks Penjualan Riil (IPR) naik 4,8% tahunan namun turun sekitar 4% bulanan, dengan pendorong makanan/minuman, suku cadang, dan BBM, menandakan fokus pada kebutuhan harian. “Pemangkasan BI-Rate ke 5,00% berpotensi lebih dulu mengangkat konsumsi esensial sebelum diskresioner,” ucap dia. 

Di level emiten, Irsyady melihat katalis utama berada di konsistensi ekspansi marjin dan kontribusi fintech pada monetisasi GOTO, keberlanjutan laba dan stabilitas take rate di kategori harian BUKA, dan penurunan biaya pemenuhan per pesanan BELI. Terakhir, elastisitas penjualan 10.10–12.12 akan menguji sejauh mana promo menaikkan volume tanpa mengikis profit.

Baca Juga: Valuasi Atraktif dan Dividend Yield Tinggi, IHSG Dinilai Masih Menarik

Sementara Harry mengatakan, sentimen penting yang perlu diperhatikan untuk melihat kinerja semester II – 2025 emiten e-commerce adalah ekspektasi suku bunga yang akan turun ke depan. Hal ini akan memberikan stimulus secara positif bagi daya beli masyarakat. “Tentunya, hal ini akan membuka ruang untuk GTV pada ecommerce dapat tetap tumbuh,” kata dia. 

Harry merekomendasikan buy saham GOTO dengan target harga Rp 80 per saham, sell saham BUKA dengan target harga Rp 110 per saham dan buy saham BELI dengan target harga Rp 495 per saham. 

Irsyady merekomendasikan buy untuk BUKA dengan target harga Rp 179 – Rp 180 per saham. Sementara Wafi merekomendasikan buy saham BELI dengan target harga Rp 450 per saham.

Selanjutnya: Laba Turun 74,9%, Bank Woori Saudara Optimistis Kinerja Membaik pada Semester-II 2025

Menarik Dibaca: Keunggulan Vivo Y500: Dari Desain Modern hingga Daya Tahan Super

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×