Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli
Lebih lanjut, Selvie melihat kinerj WSKT, WIKA, ADHI dan PTPP akan lebih baik di kuartal empat. Pendorongnya adalah pembayaran proyek yang telah diselesaikan sehingga emiten bisa membayar utang dan menurunkan beban bunga.
“Namun bila pembayaran tidak sesuai proyeksi maka akan menjadi penghambat karena emiten perlu kembali roll over atau menambah utang yang nantinya menambah beban bunga,” jelas Selvie.
Baca Juga: Suku bunga turun, analis: Ini waktu yang tepat untuk terbitkan obligasi
Dus, Selvie menyarankan agar investor memperhatikan perolehan kontrak dan penerimaan pembayaran proyek. Selvie merekomendasikan buy untuk WIKA dan WSKT dengan target harga hingga akhir 2020 masing-masing Rp 2.900 dan Rp 2.000.
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga mengatakan hal senada. Kinerja emiten sektor konstruksi akan membaik di kuartal empat, sejalan dengan pembayaran beberapa proyek. Meskipun, Hans melihat pemerintah bisa jadi tidak ekspansi mengingat pertumbuhan ekonomi.
“Jadi mungkin pencapaian kontraknya lebih rendah,” imbuh Hans.
Baca Juga: Korporasi Lebih Selektif Pemilih Proyek Jalan Tol
Hans melihat WIKA masih solid dengan adanya diversifikasi pada anak usahanya. Ini membuat WIKA mendapatkan dukungan yang cukup baik dari anak usahanya seperti WIKA Beton. “Proyeknya juga lebih konservatif, lebih aman,” jelas Hans.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News