kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.770   61,00   0,34%
  • IDX 6.496   -22,25   -0,34%
  • KOMPAS100 846   -1,89   -0,22%
  • LQ45 641   -0,88   -0,14%
  • ISSI 228   -0,76   -0,33%
  • IDX30 359   -0,33   -0,09%
  • IDXHIDIV20 439   0,73   0,17%
  • IDX80 96   -0,16   -0,17%
  • IDXV30 123   0,86   0,70%
  • IDXQ30 114   -0,01   -0,01%

Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed Dongkrak Indeks Dolar ke Kisaran 99,6


Senin, 31 Agustus 2026 / 09:16 WIB
Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed Dongkrak Indeks Dolar ke Kisaran 99,6
ILUSTRASI. Inflasi Amerika Serikat - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 99,6 pada hari Senin (31/8), setelah melonjak tajam pada akhir pekan lalu. Dolar menguat dipicu oleh pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve Kevin Warsh yang mendorong para pedagang untuk meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. 

Dalam pidatonya di Jackson Hole pada hari Jumat lalu, Warsh memperingatkan bahwa laju inflasi tidak melambat secara signifikan dan menegaskan kembali komitmen para pengambil kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (31/8), pasar kini memperkirakan adanya peluang sekitar 57% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan September 2026. Angka itu meningkat tajam dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya. 

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.748 Per Dolar AS Hari Ini (31/8), Terlemah di Asia

Revisi naik yang tak terduga pada indeks sentimen konsumen University of Michigan juga turut menopang nilai dolar. Para investor kini mengalihkan perhatian mereka pada laporan ketenagakerjaan bulan Agustus yang akan dirilis hari Jumat untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter AS. 

Sementara itu, harga minyak melonjak setelah militer AS menargetkan peluncur roket Iran yang bersiap menebar ranjau di Selat Hormuz, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×