kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Permintaan tinggi, harga batubara berpeluang terkerek sepanjang 2019


Selasa, 01 Januari 2019 / 16:22 WIB
Permintaan tinggi, harga batubara berpeluang terkerek sepanjang 2019
ILUSTRASI. Pertambangan batubara

Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kenaikan harga batubara sulit dibendung sepanjang tahun 2018. Walau sempat terkoreksi, harga batubara masih dalam jalur yang tepat untuk melanjutkan tren kenaikannya di tahun 2019.

Mengutip Bloomberg, harga batubara kontrak pengiriman Februari 2019 di ICE Newcastle melonjak 14,19% (ytd) ke level US$ 101,75 per metrik ton pada Kamis (27/12) lalu.


Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengutarakan, kenaikan harga batubara di tahun 2018 didorong oleh meningkatnya permintaan dari China selaku salah satu konsumen batubara terbesar di dunia. China memang mau tidak mau mengimpor batubara dalam jumlah besar mengingat kebutuhan untuk pembangkit listrik di negara tersebut tergolong tinggi.

China sempat melakukan pembatasan impor batubara di tengah ketersediaan cadangan batubara yang melimpah. “Ini membuat harga batubara sempat melorot, terutama di kuartal terakhir 2018,” tutur Deddy, akhir pekan lalu.

Namun, penurunan harga batubara dinilai tidak berlangsung lama karena permintaan komoditas tersebut masih cukup tinggi. Tak hanya dari China, melainkan juga dari kawasan Asia Tenggara.

Vietnam misalnya. Kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik di negara tersebut hingga 2030 diproyeksikan mencapai 80 juta metrik ton.

Di sisi lain, China berencana melakukan penambangan batubara di luar negeri pada tahun 2019. “Rencana ini untuk mengantisipasi pembatasan penambangan batubara di dalam negeri,” ujar Deddy.

Memang harga batubara bukan tidak mustahil kembali terkoreksi sepanjang 2019 berjalan. Tingginya kebutuhan memaksa para produsen batubara terus menggenjot produksinya. Hal ini kelak bisa menimbulkan kekhawatiran adanya suplai berlebih di pasar.

Namun, Deddy yakin selama harga batubara tidak turun sampai di bawah US$ 90 per metrik ton, maka peluang bullish akan tetap terjadi. “Sangat kecil peluang bagi batubara untuk jatuh ke level terendahnya seperti di Januari 2016 yang berada di level US$ 50 per metrik ton,” tambahnya.

Ia memprediksi, harga batubara dunia akan bergerak di kisaran US$ 90—US$ 110 per metrik ton pada tahun ini.




TERBARU

Close [X]
×