Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga platinum berjangka berfluktuasi di bawah US$ 1.900 per ons troi, diperdagangkan mendekati level terlemahnya sejak Desember 2025, karena pelemahan yang lebih luas pada logam mulia terus berlanjut di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Perang di Iran terus meluas di kawasan tersebut tanpa ada tanda-tanda berakhir, mendorong dolar AS dan imbal hasil obligasi lebih tinggi. Hal ini mengurangi daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Sementara meningkatnya risiko inflasi akibat harga energi yang tinggi memperkuat ekspektasi pengetatan moneter oleh bank sentral utama.
Platinum juga tetap berada di bawah tekanan dari aksi ambil untung, melemahnya permintaan otomotif, dan meningkatnya pasokan. Setelah reli yang kuat pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026, investor kini mengunci keuntungan.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (30/3), permintaan otomotif, penggunaan industri terbesar untuk platinum, juga diperkirakan akan menurun lebih lanjut karena peralihan ke kendaraan listrik mengurangi ketergantungan pada konverter katalitik.
Meskipun pasar tetap mengalami defisit, kekurangan tersebut diperkirakan akan menyempit karena peningkatan pasokan daur ulang, terutama di Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













