kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Perlu banyak penerbitan obligasi, agar reksadana terproteksi menarik


Rabu, 13 Oktober 2021 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Perlu banyak penerbitan obligasi, agar reksadana terproteksi menarik


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Noverius Laoli

Wawan juga mengamati, kalau investor institusi saat ini sudah berkurang, karena reksadana terproteksi sebelumnya dimanfaatkan sebagai optimalisasi pajak, atau penghematan pajak.

Dengan turunnya pajak obligasi, sehingga persentase pajaknya sama dengan reksadana, maka menurutnya saat ini tidak ada keuntungan dari beli produk obligasi melalui reksadana terproteksi.

Untuk tetap menarik, menurutnya ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama dengan portofolio SUN, yang keamanan terjamin, dan imbal hasil 5-6% per tahun. Selain itu, bisa masuk ke obligasi korporasi dengan tenor 3-5 tahun dan rating BBB, maka imbal hasil dapat mencapai 8-10%.

Wawan juga berpandangan, kalau dana kelolaan reksadana tetap masih bisa naik ke depannya apabila penerbitan obligasi ramai.

“Kalau memang ada produk obligasi yang kinerjanya menarik dari sisi yield, itu bisa dibungkus jadi proteksi, dan bisa dijual di ritel dan korporasi yang membutuhkan,” pungkas Wawan.

Selanjutnya: Nasabah Kaya Menumpuk Dana di Brankas Bank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×