kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Performa Reksadana Indeks Terkoreksi di Sepanjang tahun 2024, Terdampak Koreksi Saham


Selasa, 23 April 2024 / 19:59 WIB
Performa Reksadana Indeks Terkoreksi di Sepanjang tahun 2024, Terdampak Koreksi Saham


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Performa reksadana indeks terkoreksi di sepanjang tahun 2024 ini. Koreksi indeks umumnya terdampak pasar saham yang tertekan narasi suku bunga tinggi.

CEO Star Asset Management (Star AM) Hanif Mantiq mengatakan, pasar saat ini tengah diliputi oleh prospek suku bunga Federal Reserve alias The Fed. Hal itu karena masih adanya ketidakpastian mengenai arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut.

Jika di awal tahun ekspektasi pemangkasan suku bunga dilakukan tiga kali yang bisa dimulai pada Maret 2024, saat ini narasi sudah mulai bergeser menjadi pemangkasan suku bunga acuan hanya satu kali pada September 2024. Dari domestik, suku bunga bahkan diperkirakan naik satu kali sebesar 25 bps untuk mengendalikan rupiah yang semakin liar di atas Rp16.000 per dolar AS.

“Kondisi pasar kita memang masih dipengaruhi suku bunga AS,” ungkap Hanif dalam acara Media Day by Mirae Asset Sekuritas, Selasa (23/4).

Baca Juga: Hingga Kuartal I, Hasil Investasi Sejumlah Dapen Tumbuh Positif

Hanif berujar, imbal hasil (yield) surat utang tenor 10 tahun sudah menembus 7% karena sentimen suku bunga tinggi bakal bertahan lama alias Higher For Longer. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sekitar 2,23% dari awal tahun (year to date) salah satunya terdampak perang antara Israel dan Iran.

Tensi perang yang memanas diperkirakan akan mengerek harga komoditas yang dikhawatirkan bakal meningkatkan inflasi. Sehingga wajar investor saat ini cenderung bersikap wait and see terhadap pasar.

Meski demikian, Hanif masih memandang positif kinerja reksadana indeks khususnya yang mengacu pada sektor perbankan. Hal itu karena sektor perbankan memiliki kapitalisasi pasar besar dan kinerja sektor tersebut terus menunjukkan tren positif.

Sektor perbankan dinilai telah memainkan peran penting dalam mendorong pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ini terbukti dari BEI pada tahun 2012 meluncurkan indeks Infobank15 yang terdiri dari 15 saham perbankan terbaik berdasarkan kriteria rating, tata kelola perusahaan, serta likuiditas.

“Sektor perbankan tetap menjadi primadona di pasar modal,” tutur Hanif.

Adapun kinerja indeks Infobank15 tercatat koreksi sekitar 0,34% sejak awal tahun (ytd). Meski performanya turun, namun indeks tersebut masih lebih baik daripada indeks LQ45 yang terkoreksi sekitar 5.06%, IDX30 terkoreksi 5.60%, serta indeks Sri Kehati performanya turun sekitar 5.36% dari awal tahun ini.

Hanif menjelaskan, PBV Infobank15 sedikit lebih tinggi dibandingkan indeks utama lainnya. Hal ini dibenarkan oleh pertumbuhan EPS-nya yang jauh lebih tinggi dibandingkan indeks lainnya

Potensi Capital Gain juga tetap menarik di semester kedua 2024. Di samping itu, potensi pembagian dividen emiten perbankan membuat indeks Infobank15 masih menjanjikan.

Baca Juga: Sejumlah Dapen Catatkan Kinerja Positif Hasil Investasi pada Kuartal I 2024

Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto mengatakan, kinerja reksadana indeks mengikuti pergerakan saham-saham ataupun obligasi dalam indeks tersebut. Dimana, saat ini arah suku bunga acuan menjadi sentimen besar bagi pergerakan berbagai indeks.

Panin AM memiliki dua indeks pilihan yaitu IDX-30, dan Sri-Kehati. Kinerja produk tersebut terpantau turun masing-masing 3.47% ytd dan 4.22% ytd, tetapi masih lebih tinggi daripada indeks acuannya.

Rudiyanto bilang, optimisme pasar akan terjadi apabila suku bunga Amerika dipangkas yang akan berdampak bagi performa saham. Namun kalau ada pembalikan sentimen, maka pasar akan berkinerja negatif.

“Dalam jangka panjang, jika laba bersih terus meningkat maka diharapkan kinerja saham akan bagus. Demikian pula jika obligasi tidak gagal bayar, maka kinerja obligasi juga akan baik,” kata Rudiyanto saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (23/4).

Dalam pengelolaan reksadana indeks, Rudiyanto berujar, Panin AM menyesuakan kinerja indeks dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu minimal 80% anggota dan bobotnya 80-120% dari bobot di indeks. Panin AM berusaha menciptakan alpha dari 2 syarat di atas dengan melakukan sedikit penyesuaian pada bobot dan jumlah anggotanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×