kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Perdagangan pagi, rupiah bergerak menguat


Rabu, 05 November 2014 / 09:51 WIB
Perdagangan pagi, rupiah bergerak menguat
ILUSTRASI. Ilustrasi seorang pekerja sedang kursus bahasa Inggris secara online. (DOK. Shutterstock).


Reporter: Noor Muhammad Falih, Sanny Cicilia, Yuthi Fatimah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nilai tukar rupiah pagi ini mengalami penguatan terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah berada di Rp 12.092 per dollar AS di pasar spot pada pukul 9:41 WIB. 

Rupiah pagi ini menguat 0,15% dibanding penutupan perdagangan kemarin di USD/IDR 12.110. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia kemarin melemah 0,21% ke level Rp 12.130. 

Analis pasar uang Bank Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan, pergerakan rupiah relatif stagnan, sebab belum ada pendorong baru dari pasar domestik maupun  dari pasar global. "Meski defisit neraca perdagangan di bulan September mengecil dan dianggap bagus bagi rupiah, belum cukup cukup kuat membawa rupiah kembali menguat," paparnya.

Sementara, Daru Wibisono, analis PT Monex Investindo Futures, menilai, rupiah masih relatif loyo. Dari domestik, muncul kekhawatiran mengenai rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). "Ini  bisa memperlemah posisi rupiah," ujar Daru.

Rully memproyeksikan, pergerakan relatif terbatas masih akan mewarnai rupiah pada hari ini (5/11). Pelaku pasar domestik bakal wait and see, menunggu keputusan kenaikan harga BBM.

Predik Rully, rupiah berpotensi melemah terbatas di kisaran Rp 12.085-Rp 12.150. Sementara Daru memperkirakan, rupiah hari ini akan bergulir antara Rp 12.070 hingga 
Rp 12.180 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×