kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Perburuan obligasi mengerek kinerja reksadana pendapatan tetap


Senin, 01 Juli 2019 / 20:21 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkat perbaikan di pasar obligasi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, reksadana pendapatan sukses membukukan kinerja yang menawan sepanjang semester pertama tahun ini.

Mengutip rilis Infovesta Utama, kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap yang tercermin di Infovesta Fixed Income Equity Fund Index tumbuh 5,34% (ytd) per 28 Juni lalu.

Hasil ini jauh lebih baik ketimbang kinerja rata-rata reksadana saham yang terkoreksi 1,41% (ytd) di periode yang sama.

Direktur Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo melontarkan, lonjakan kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap tak lepas dari membaiknya kondisi pasar obligasi, terutama di bulan Juni lalu.

Asal tahu saja, pasar obligasi domestik mendapat angin segar dari kenaikan peringkat utang Indonesia dari S&P Global Ratings dari BBB- menjadi BBB. Di samping itu, indikasi sikap dovish dari Federal Reserve semakin terlihat di pertemuan FOMC tengah bulan lalu.

Alhasil, ekspektasi penurunan suku bunga acuan AS juga semakin besar di tahun ini. “Yield SUN turun signifikan di bulan lalu,” imbuh Soni, Senin (1/7).

Sekadar catatan, yield SUN seri acuan 10 tahun sempat menyentuh level terendah di tahun ini yakni 7,34% pada 28 Juni kemarin. Dengan begitu, harga SUN jelas melonjak sehingga mendorong pula kinerja reksadana pendapatan tetap, utamanya yang beraset dasar obligasi negara.

Soni menilai, potensi pertumbuhan kinerja yang lebih baik dari reksadana pendapatan tetap masih sangat terbuka di sisa tahun ini. Ia pun memperkirakan, reksadana pendapatan akan mampu memberikan imbal hasil rata-rata sekitar 8%-9% di akhir tahun nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×