kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.980   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Perang dagang masih memengaruhi pergerakan rupiah pekan ini


Jumat, 01 November 2019 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,24/04-MENJAGA NILAI TUKAR RUPIAH. Petugas menghitung uang kertas mata uang rupiah di tempat penukaran uang (Money Changer) PT Ayu Masagung, kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa (24/04). Kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menyikapi pelemahan nilai tuk


Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepekan terakhir rupiah bergerak terbatas didominasi sentimen perang dagang. Di pasar spot, kurs rupiah tercatat minus 9 point, sementara kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah pekan ini menguat tipis sebesar 2 point.

Ekonom Bank Permata Joshua Pardede sebut pergerakan rupiah sepekan terakhir lebih banyak didominasi oleh sentimen luar, dimana tensi perang dagang yang kembali memanas menjadi katalis yang cukup mendominasi pergerakan rupiah pekan ini.

Selain sentimen perang dagang, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh aksi penurunan suku bunga acuan The Fed yang turun sebesar 25 basis point (31/10).

Baca Juga: Tren pemangkasan suku bunga, sukses bawa rupiah menguat sepekan

Pada hari ini sendiri, Joshua sebut rupiah yang sempat bergerak melemah atas dollar dipengaruhi oleh sentimen perang dagang dimana perjanjian antara AS-China yang sebelumnya akan dilakukan di Chile bertepatan dengan APEX dibatalkan memancing hubungan kedua negara kembali memanas.

Disisi lain , rupiah juga dipengaruhi oleh rilis data manufakturing China yang hasilnya di bawah ekspektasi konsensus. Joshua sebut hal ini jadi penyebab melemahnya mata uang negara Asia hari ini.

Pada pekan depan pasar menanti sentimen rilisnya beragam data US dan China yang akan rilis sembari menanti rilis data GDP dan NPI Indonesia. Disisi lain, perang dagang masih akan jadi sentimen yang menurut Joshua menjadi issue central.

Baca Juga: Tabungan wirausaha bantu menggenjot DPK Bank BNI

Joshua sebut pada perdagangan pekan depan, rupiah berkemungkinan kembali bergerak sideways di level 14.000-14.100

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×