kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Per September, Adhi Karya (ADHI) baru capai 25,33% dari target kontrak baru di 2019


Rabu, 16 Oktober 2019 / 10:56 WIB

Per September, Adhi Karya (ADHI) baru capai 25,33% dari target kontrak baru di 2019
ILUSTRASI. Pembangunan proyek Light Rail Transit di Jakarta, Rabu (20/2). Per September 2019, perusahaan konstruksi pelat merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 7,6 triliun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/02/2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Per September 2019, perusahaan konstruksi pelat merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI, anggota indeks Kompas100) mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 7,6 triliun, di luar pajak. 

Realisasi tersebut masih jauh bila dibandingkan target yang ingin dicapai oleh ADHI. Tahun ini, ADHI menargetkan perolehan kontrak baru mencapai Rp 30 triliun. Artinya realisasi hingga September 2019 baru 25,33% dari target.

Baca Juga: Propertindo Mulia Investama (MPRO) berganti nama

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Sekretaris Perusahaan ADHI Parwanto Noegroho merinci realisasi perolehan kontrak baru di bulan September 2019 didominasi oleh Gedung Kampus Institut Teknologi dan Kesehatan Jakarta sebesar Rp 136 miliar dan Gedung Apartemen Grand Central Bogor Rp 250 miliar.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada September 2019, meliputi lini bisnis konstruksi & energi sebesar 81,7%, properti sebesar 17,9% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. 

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 73,8%, jalan dan jembatan sebesar 3,9%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 22,3%. 

Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) sudah cicil utang ketujuh, pembayaran berikutnya Januari 2020

Sementara berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 17,8%, BUMN sebesar 73,6%, sementara swasta dan lainnya sebesar 8,6%.


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×