kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Penyerapan SBR015 Tenor 4 Tahun Diprediksi Sulit Penuhi Kuota, Ini Penyebabnya


Senin, 19 Oktober 2026 / 17:17 WIB
Penyerapan SBR015 Tenor 4 Tahun Diprediksi Sulit Penuhi Kuota, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Penyerapan SBR015 tenor 2 tahun berpeluang penuh, sedangkan tenor 4 tahun diprediksi sulit terserap akibat selisih kupon yang tipis. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Minat investor terhadap Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 menunjukkan perbedaan berdasarkan jangka waktu investasi. Menjelang penutupan masa penawaran pada 22 Oktober 2026, kuota tenor 2 tahun berpeluang terserap penuh, sedangkan tenor 4 tahun diperkirakan masih menghadapi tantangan penyerapan.

Melansir data transaksi di mitra distribusi Bibit per 19 Oktober 2026 pukul 16.53 WIB, sisa kuota SBR015 tenor 2 tahun tercatat sebesar 14,9%. Sementara itu, sisa kuota tenor 4 tahun masih mencapai 66,5% dari kuota nasional.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, perbedaan tingkat penyerapan antara kedua tenor tersebut merupakan hal yang wajar, termasuk pada instrumen obligasi lainnya.

"Tenor pendek cenderung disukai oleh para investor ritel saat ini seiring fleksibilitas likuiditas, di mana investor enggan mengunci dana terlalu lama di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar David kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Usulan MSCI Picu Risiko Arus Keluar Dana Asing, Ini Dampaknya terhadap Obligasi RI

Selain pertimbangan jangka waktu investasi, perbedaan tingkat kupon SBR015 tenor 2 tahun dan 4 tahun juga relatif tipis. SBR015 tenor 2 tahun menawarkan kupon minimal sebesar 6,75% per tahun, sedangkan tenor 4 tahun memberikan kupon minimal 6,85% per tahun.

Dengan selisih kupon hanya 0,10 poin persentase, tambahan imbal hasil dari tenor 4 tahun dinilai belum tentu cukup menarik bagi investor untuk mengunci dana selama dua tahun lebih lama.

David memperkirakan, penyerapan SBR015 tenor 2 tahun masih berpeluang mencapai kuota penuh menjelang berakhirnya masa penawaran. Sebaliknya, tenor 4 tahun diperkirakan lebih sulit memenuhi target karena investor ritel cenderung mempertimbangkan fleksibilitas dana dan tambahan imbal hasil yang diperoleh.

"Peluang tenor 2 tahun terserap habis cukup besar mengingat pola investor ritel yang biasanya last minute buying. Sementara untuk tenor 4 tahun mungkin akan cukup sulit untuk terserap habis," tuturnya.

Baca Juga: Penjualan SBR015 Tenor 2 Tahun Tembus 84,5%, Jauh Ungguli Tenor 4 Tahun

Meski demikian, perkembangan pemesanan menjelang penutupan penawaran pada 22 Oktober 2026 masih perlu dicermati. Pola pembelian pada hari-hari terakhir berpotensi meningkatkan penyerapan SBR015, meskipun belum tentu cukup untuk menghabiskan sisa kuota tenor 4 tahun yang masih relatif besar.

Sebagai informasi, SBR015 merupakan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang menawarkan kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor). Pembayaran kupon dilakukan setiap bulan.

SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Investor yang membutuhkan pencairan dana sebelum jatuh tempo hanya dapat memanfaatkan fasilitas pelunasan sebagian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×